Rabu, 22 Agustus 2018

Mahasiswa Narotama Buat Menari Jadi Satu Sarana Pembelajaran PAUD

Rabu, 08 Agustus 2018 12:48:14 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Mahasiswa Narotama Buat Menari Jadi Satu Sarana Pembelajaran PAUD

Surabaya (beritajatim.com) – Motorik kasar sangat penting untuk diajarkan pada anak sejak usia dini. Latihan motorik kasar biasanya terdiri atas melompat, jinjit, ataupun berlari. Namun, selama ini latihan motorik kasar diajarkan hanya dengan gerakan-gerakan standar tersebut.

Gerakan latihan motorik kasar yang monoton itu membuat mahasiswa PG-PAUD Universitas Narotama Surabaya, Valentine Aqwarinna Gempita, mendapatkan ide untuk memadukan latihan motorik kasar dengan gerakan yang lebih menarik berupa tari kreasi.

Valen yang memang memiliki bakat menari sejak kecil dan mengajar tari di sekolah-sekolah, mengkreasikan tari tradisional yang bertema hewan dengan gerakan modern agar anak lebih tertarik. "Saya membuat kreasi tari semut yang diawali dengan dongeng supaya memancing anak-anak usia dini untuk bergerak. Karena kalau langsung diminta menari, akan lebih sulit," kata gadis kelahiran 14 Februari 1992 itu.

Dongeng bertema semut dengan hewan lain pun berhasil membuat anak-anak usia dini di PPT Kartini Gununganyar mau mengikuti gerakan tari kreasi Valen. "Fungsi latihan tari ini adalah untuk mengasah motorik kasar anak usia dini dan untuk melestarikan gerakan tari tradisional. Serta agar anak-anak mulai menyukai budaya mereka sendiri sejak kecil," kata bungsu dari dua bersaudara itu.

Ternyata, efek dari menari bagi anak usia dini lebih dari itu. Valen menceritakan ada satu anak yang sangat sulit untuk bersosialisasi dan mulai percaya diri setelah selama 2 bulan latihan menari secara rutin.

"Jadi anak ini sangat sulit bersosialisasi. Misalnya, dia hanya mau ditemani oleh orang pertama yang ia temui di sekolah. Berteman pun juga dengan anak itu-itu saja. Tapi setelah seminggu sekali latihan tari rutin selama 2 bulan, lama-kelamaan dia mulai fleksibel dan lebih percaya diri. Dia sudah mulai bisa bersosialisasi dengan lebih banyak orang," cerita lulusan SMA Intensif Taruna Pembangunan Surabaya itu.

Latihan tari kreasi untuk mengasah motorik kasar anak usia dini ini juga mendapatkan hibah Program Kegiatan Mahasiswa dari Dikti sebesar Rp 7,6juta. "Awalnya itu adalah tugas mata kuliah Pendidikan Karakter, tapi niatnya akan terus dikembangkan karena hasilnya yang cukup baik," tuturnya.

Valen sudah sejak TK mendalami seni tari. Tidak jarang ia diminta untuk menari di acara Pemerintah Kota Surabaya, misalnya pada event Pawai Bunga. Saat ini, Valen mengajar tari di beberapa sekolah dan kampung dalam program Disbudpar Kota Surabaya agar anak-anak di Surabaya mengenal budaya dan tidak hanya bermain gadget.

Meski sudah menari sejak kecil, namun Valen tidak begitu saja mulus ketika mengajar tari pada anak. "Wah tantangan sekali, terutama bagi anak-anak yang tidak memiliki dasar tari sama sekali. Mereka kebanyakan tidak bisa seiring dengan musik dan temponya. Bahkan ada yang nangis karena tidak mau diajak bergerak," ujarnya sambil tertawa.

Uniknya, Valen baru saja lulus kuliah S1 Teknik Arsitektur di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. Namun karena kecintaannya pada anak-anak, ia pun memilih untuk mengambil studi S1 PG-PAUD di UNNAR. "Ibu juga kan seorang guru SD, jadi saya ingin juga jadi guru tapi tidak mau jadi guru SD. Akhirnya pilih PAUD saja," tutupnya. [kun]

Tag : narotama paud

Komentar

?>