Senin, 22 Oktober 2018

UNICEF Soroti Kasus Gizi Buruk di Surabaya

Rabu, 01 Agustus 2018 15:25:23 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
UNICEF Soroti Kasus Gizi Buruk di Surabaya
Pasien penderita gizi buruk di Kedung Baruk no 67

Surabaya (beritajatim.com) - United Nations Children's Fund (UNICEF) selaku lembaga PBB yang berurusan dengan kesejahteraan anak-anak turut menyoroti kasus gizi buruk yang terjadi di Surabaya.

Arie Rukmantara selaku Kepala perwakilan UNICEF untuk Pulau Jawa meminta agar Pemkot Surabaya segera ambil sikap.

"Untuk penanganan kesehatannya ini kan saya pantau di pemberitaan sudah ditangani dengan baik. Tinggal bagaimana soal ketahanan pangan dia sehari-hari selanjutnya. Ini terkait kondisi sosial-ekonomi yang harus dipecahkan oleh pemerintah. Bukan hanya Surabaya saja, melainkan seluruh Indonesia," kata Arie, Rabu (1/8/2018).

"Menurut UNICEF penyebab timbulnya gizi buruk pada balita ada dua yaitu penyebab langsung (makanan balita dan penyakit infeksi yang mungkin diderita anak) dan penyebab tidak langsung (ketahanan pangan di lingkungan keluarga, pola pengasuhan anak, serta pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan),"

"Ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Pertama, pengetahuan tentang asupan makanan dengan prinsip Gizi Berimbang. Pengetahuan orang tua, guru, dan keluarga besar sangat penting untuk mengawal pola makan yang sehat dan seimbang. Kedua, tingkat kesehatan sejak di kandungan, sejak bayi dan selama masa tumbuh berkembang. Imunisasi sangat membantu anak menghindari terkena penyakit yang mengganggu pertumbuhannya. Ketiga, aspek sosial budaya dan cara merawat anak. Porsi makan anak harus menjadi yang pertama. Dan tidak selamanya yang instan itu baik. Pola konsumsi makan dan rumah tangga dipengaruhi oleh budaya masyarakat," tambahnya.

Terkait informasi dari keluarga jika ADS (10) doyan makan, Arie mengungkapkan jika hal itu bukanlah faktor yang bisa menghindarkan terjadinya gizi buruk pada anak-anak. "Karena bukan kuantitas makannya, tetapi bagaimana asupan gizi di setiap makanan yang dikonsumsi," jelasnya.

"Yang jelas, pada prinsipnya UNICEF siap bersama pemerintah Indonesia menjaga kesejahteraan anak-anak. Kami sudah hadir sejak era awal kemerdekaan hingga saat ini," pungkas Arie.

Sebagai informasi, ADS yang diduga menderita gizi buruk saat ini telah dirawat intensif di RSUD dr Soewandhie Surabaya. ADS sendiri sudah selama 2 tahun ini menghabiskan waktunya di tempat tidur dan duduk di kamar kos yang berada di Jalan Kedung Baruk-Surabaya.

Eko Basuki selaku sang Ayah menceritakan penyakit gizi buruk yang diderita anaknya ini berawal dari demam tinggi yang dirasakan Aldi saat usia 7 tahun. Kemudian ia memeriksakannya ke dokter namun demamnya tak turun dan Aldi tak kunjung sembuh.

"Dulu dari lahir sampai usia 3,5 tahun Aldi ini baru bisa jalan kaki, setelah itu jalannya nggak normal seperti anak lain pada umumnya namun tidak ada indikasi apapun," beber Eko.[ifw/ted]

Tag : gizi buruk

Komentar

?>