Rabu, 19 September 2018

Kader Konservasi Alas Purwo Sadarkan Anak SMP di Tegaldlimo

Minggu, 22 Juli 2018 22:48:05 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Kader Konservasi Alas Purwo Sadarkan Anak SMP di Tegaldlimo

Banyuwangi (beritajatim.com)--Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendapat pelajaran berarti dari beberapa kader konservasi di Taman Nasional Alas Purwo (BTNAP).

Mereka diperkenalkan akan pentingnya menyadari kehidupan alam beserta sumber dayanya.

Kali ini, Kader Konservasi Merak Hijau, Kecamatan Tegaldlimo mendapat mandat untuk memberikan pendampingan itu. Pesertanya, sebanyak 25 anak dari SMP Astranawa, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo.

"Ini dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN). Ini masih di tingkat dasar, maksudnya mengenalkan pada mereka agar dapat mencintai lingkungan dan alam yang ada di sekitarnya," ungkap Ketua Kader Konservasi, Hadi Masrukin, Minggu (22/7/2018).

Rangkaian kegiatannya, kata Hadi, mereka diajak keliling mengenal alam di kawasan Balai Taman Nasional Alas Purwo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo.

"Pertama kita ajak ke penangkaran penyu di Pantai Ngagelan. Di sini mereka mendapat materi tentang jenis penyu, cara merawat dan melindunginya," katanya.

"Kemudian mendapat materi tentang kecintaan alam di Pantai Trianggulasri," tambahnya.

Tak hanya itu, mereka juga diajak untuk peduli terhadap lingkungan. Misalnya, membersihkan kawasan tersebut bebas dari sampah.

"Kita melakukan bakti sosial, membersihkan sampah plastik di pantai. Ini seklaigus mengenalkan mengenai bahaya sampah plastik sangat tinggi terhadap alam. Dan sekaligus pesan terhadap mereka untuk tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya.

Berada di bentang alam Alas Purwo, tak lengkap jika tak berkunjung ke lokasi wisatanya. Para peserta ini juga diajak menikmati keindahan alam yang ada di tempat itu.

"Sekalian kita ajak refreshing mengenal keindahan Pantai Pancur lebih dekat," tambahnya.

Ada pula tempat yang menjadi daya tarik saat berkunjung di tempat ini. Salah satunya, Padang Savana Barengan. Di sini, dapat dijumpai berbagai satwa liar yang menghabiskan waktu di lokasi itu. Bahkan, jika beruntung ratusan banteng endemik akan muncul bersama kawanannya. Ada pula jenis rusa, burung merak, dan aneka satwa lain seperti kera," ungkapnya.

"Kita juga kenalkan tempat itu sebagai bagian edukasi mereka agar menjadi bahan pengetahuan. Di tempat ini anak-anak juga diberi arahan, cerita sejarah serta bagaimana cara untuk menjaga padang savana itu," terangnya.

Harapan dari kegiatan ini, mengajarkan pentingnya kesadaran terhadap alam dan keseimbangan makhluk di sekitarnya sejak dini. Sehingga, menumbuhkan rasa cinta dan memberi tanggungjawab kepada pribadi masing-masing akan pentingnya alam. [rin/air]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>