Senin, 20 Agustus 2018

Laboratorium Kultur Jaringan Ubaya

Kalbe Anggarkan Investasi Sampai Rp 200 Miliar

Kamis, 19 Juli 2018 00:11:19 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Kalbe Anggarkan Investasi Sampai Rp 200 Miliar

Surabaya (beritajatim.com) - Peresmian Laboratorium Kultur Jaringan Universitas Surabaya (Ubaya) yang dilakukan hari ini, Rabu (18/7/2018) mendapatkan perhatian yang serius. Pasalnya laboratorium tersebut merupakan wujud dari kerjasama akademisi dan industri.

Dari pihak akademisi, kerjasama ini diprakarsai oleh Ubaya dan Hangbang Bio Co Ltd dari Kyung Hee University, sedangkan dari pihak industri ada PT. Kalbe Farma dan PT. Bintang Toedjoe dan segala administrasi penelitiannya dinaungi oleh Kemenristekdikti.

Dalam hal ini Ubaya menyediakan tempat, Kalbe membangun Laboratorium dan menyediakan peralatannya, sedangkan Hangbang Bio membantu dalam teknologi kultur jaringan.

Laboratorium Kultur Jaringan ini meneliti, memproses dan membudidayakan ginseng sebagai salah satu bahan baku obat-obatan dari bahan alami yang sangat berkhasiat. Menurut Presiden Direktur PT Kalbe, Vidjongtius, sampai saat ini Indonesia masih mengimpor ginseng dari Luar Negeri.

"Sampai saat ini ginseng yang menjadi bahan baku obat-obatan masih diimpor karena hanya bisa tumbuh di negara lain, seperti Korea dan China. Dengan adanya penelitian Ubaya tentang ginseng ini laboratorium Kultur Jaringan, kami rasa Indonesia mampu membuat tanaman ginseng yang bisa tumbuh di tanah air melalui teknik kultur jaringan, jadi tidak perlu mengimpor lagi," ujar Vidjongtius.

Kultur jaringan sendiri adalah metode perbanyakan vegetative dengan menumbuhkan sel, organ, atau bagian tanaman dalam media buatan secara steril dengan lingkungan yang terkendali. Tanaman bisa dikembangkan melalui teknik kultur jaringan jika memiliki sifat titopotensi, yakni kemampuan sel untuk beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali.

Vidjongtius pun menambahkan, bahwa Kalbe telah mencanangkan anggaran Rp 100-200 Miliar tiap tahun untuk penelitian kesehatan dan ujicoba produk kesehatan.

"Kami sangat komitmen ya di bidang penelitian kesehatan, maka dari itu kami tiap tahun akan menganggarkan Rp 100-200 M untuk penelitian. Karena pencarian dan penelitian tidak boleh berhenti kalau kita ingin maju. Penelitian yang ditawarkan oleh Ubaya dengan Hangbang Bio ini sangat bagus serta sudah memiliki tingkat keberhasilan tinggi, maka tidak ada salahnya Kalbe yang fokus pada obat tanaman herbal menginvestasikan dananya dan bekerjasama dengan Ubaya," tambah Vidjongtius.

Hasil produksi ginseng dari Laboratorium Kultur Jaringan Ubaya ini nantinya akan diproduksi secara massal oleh PT Bintang Toedjoe sebagai anak perusahaan PT Kalbe Farma. Simon Jonathan, Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe mengatakan, Laboratorium Kultur Jaringan Ubaya merupakan laboratorium ketiga yang dimiliki PT Bintang Toedjoe. Laboratorium tersebut adalah satu-satunya laboratorium untuk penelitian dan pengembangan yang berada di luar pabrik.

Selain Ginseng, kerjasama ini juga akan berlanjut untuk produksi ginseng merah dan tamanan obat tradisional lainnya. Prof Joniarto, Rektor Ubaya mengatakan bahwa kerjasama itu akan membuat kerja pendidikan lebih terintegrasi dimana projek penelitian akan terus berputar ke produk mentah, produk jadi, produk pasar yang didalamnya berarti melibatkan banyak pihak seperti petani, akademik, businessman, distributor hingga pedagang pasaran.

"Tentunya hal ini akan sangat baik karena semua pihak terlibat, manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh semua orang," pungkas Rektor Ubaya. [adg/suf]

Tag : ubaya

Komentar

?>