Rabu, 22 Agustus 2018

Masa Orientasi SMPN 6 Surabaya, Siswa Lepas Ribuan Burung

Senin, 16 Juli 2018 16:14:56 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Masa Orientasi SMPN 6 Surabaya, Siswa Lepas Ribuan Burung

Surabaya (beritajatim.com) - Dihapusnya sistem perpeloncoan yang selama ini melekat di masa orientasi sekolah (MOS) membawa dampak yang baik, banyak sekolah sudah mulai memberikan bimbingan orientasi sekolah yang lebih bermanfaat.

Hari ini, Senin (16/7) menjadi hari pertama masuk sekolah di Surabaya, siswa baru diajak untuk mengenal lingkungan sekolahnya dalam program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai pengganti MOS.

Sesuai dengan Permendiknas no 18 tahun 2016 bahwa kegiatan siswa baru harus diisi secara inovatif edukatif dan menyenangkan, SMPN 6 Surabaya juga mengisi MPLS-nya dengan kegiatan yang menyenangkan.

Sekolah yang beralamat di Jl Jawa No. 24 ini memulai MPLS dengan salat Duha berjamaah dan membaca beberapa surah dalam kitab suci Alquran serta artinya.
Ibadah ini dilakukan di halaman sekolah mulai pukul 07.00 WIB.

"Bagi yang beragama Kristen, Buddha, Hindu, juga kami fasilitasi di ruangan atas,” ujar Ahmad Sya'roni, Kepala Sekolah SMPN 6 Surabaya.

Acara selanjutnya upacara penyambutan siswa baru. Secara simbolis kepala sekolah mengganti topi SD dengan topi SMPN 6 kepada dua perwakilan siswa baru. Upacara penyambutan ditutup dengan melepas ribuan burung yang dibawa oleh siswa baru.

“Setiap anak membawa tiga burung. Jenisnya bebas. Bila ada 400an siswa berarti melepas 1.200an burung ke alam bebas,” kata Roni. Pelepasan burung ini, lanjut Roni, sebagai tanda mensyukuri yang sudah didapat. Selain itu, sSebagai sekolah ramah lingkungan, pihaknya menghindari melepas balon ke angkasa.

Roni mengungkapkan, pelaksanaan MPLS sampai dengan Kamis (19/072018) mendatang. Hari Rabu (18/072018) diisi dengan pentas seni yang menampilkan kreativitas anak-anak.

“Hari terakhir, Kamis, ada bakti sosial. Beberapa perwakilan siswa baru didampingi OSIS akan memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar rel kereta api. Ini untuk mengajari mereka bersyukur dan peduli kepada sesama,” ujarnya.

“Kegiatan ini harus bikin anak enjoy, nyaman, tidak tertekan.” Itulah pesan yang disampaikan Kepala SMPN 6 Surabaya Ahmad Sya'roni. [adg/ted]

Tag : sekolah

Komentar

?>