Senin, 22 Oktober 2018

Resmikan Teaching Industry Stem Cell dan Metabolit Stem Cell

Ini Pesan Menristekdikti untuk Unair

Rabu, 11 Juli 2018 23:38:48 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Ini Pesan Menristekdikti untuk Unair

Surabaya (beritajatim.com) - Pusat Penelitian dan Pengembangan Universitas Airlangga (Unair) berhasil mengembangkan produk kesehatan dari stem Cell.

Salah satunya merupakan produk kecantikan anti aging atau anti penuaan dini yang contoh produk penelitiannya dipamerkan pada peresmian Teaching Industry Stem Cell dan Metabolit Stem Cell, Rabu (11/7/2017). Acara itu dihadiri Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), BPOM, Presiden PT Paphros Kimia dan Perwakilan RSUD dr Soetomo Surabaya di Gedung Lembaga Penyakit Tropis Unair.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell (PPPSC) ini sebenarnya tidak hanya memproduksi anti aging. Tetapi juga berbagai obat yang terbuat dari bahan dasar placenta. Anti Aging Stem Cell buatan Unair ini sedang dalam proses registrasi BPOM dan sinkronisasi proses dengan PT. Paphros Kimia.

Penelitian itu dibiayai Kemenristek Dikti sebagai salah satu progam pembiayaan inovasi pendidikan di bidang kesehatan. Sebagai wujud keseriusan Menristekdikti pada penelitian kesehatan khususnya untuk memperbaiki penanganan terhadap penyakit-penyakit tertentu di Indonesia.

PPPSC yang sudah dimulai tahun 2014, pada tahun ini mendapatkan kenaikkan anggaran pengembangan stem cell yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu, yakni sekitar 3 kali lipat.

"Tahun ini jumlah anggaran Rp9,3 miliar. Tahun lalu yang Rp2,9 miliar hanya untuk stem cell. Harapannya nanti akan berkontribusi memperbaiki rakyat Indonesia dalam bidang kesehatan," kata Menristekdikti Mohamad Nasir.

Kenaikan anggaran itu dilakukan untuk memperbaiki penanganan terhadap penyakit-penyakit di Indonesia. Menurut Nasir di tangan peneliti dengan stem cell-nya mampu melakukan perbaikan yang luar biasa terhadap penyakit-penyakit yang selama ini tergantung pada obat.

"Hasil penemuan dari penelitian ini jadi semacam "jumping" pola pikir yang akan merubah ketergantungan pada obat menjadi perbaikan kesehatan melalui stem cell," ujarnya.

Nasir menegaskan, pemerintah mendukung pengembangan inovasi di bidang kesehatan. Diharapkan stem cell yang dikembangkan Unair dapat mengcover wilayah Indonesia timur selain Universitas Indonesia (UI) di wilayah Indonesia bagian barat.

"Dukungan pemerintah itu dengan mengembangkan laboratorium. Kedua mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dengan membiayai setiap penelitian yang dilakukan agar bisa dikerjakan lebih cepat," ujarnya.

PPPSC Unair didukung dengan fasilitas Iaboratorium yang berstandar GMP (Good Manufacturing Practice) yaitu satu laboratorium penelitian, dua Iaboratorium hewan coba untuk tikus dan kelinci, serta satu laboratorium produksi. [adg/suf]

Tag : unair

Komentar

?>