Minggu, 22 Juli 2018

Guru di Jombang Digembleng Pendidikan Karakter

Rabu, 11 Juli 2018 17:29:08 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Guru di Jombang Digembleng Pendidikan Karakter

Jombang (beritajatim.com) - Sebanyak 110 guru SD dan SMP sederajat di Kabupaten Jombang memadati aula KH Yusuf Hasyim di pesantren Tebuireng, Rabu (11/7/2018). Kedatangan mereka untuk mengikuti pelatihan pendidikan karakter yang digelar PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk melalui Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI).

Program BPG (Bakti Pada Guru) tersebut digelar selama dua hari, yakni 11-12 Juli 2018. Usai mengikuti pelatihan itu, para guru diharap dapat diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing.

"Tujuannya untuk membanguan karakter anak didik yang positif di sekolah masing-masing. Dengan begitu, kualitas sumber daya manusia juga meningkat. Ini sudah kita lakukan yang ke-14," kata Ketua Umum Charoen Pokphand Foundation Indonesia Thomas Effendi.

Thomas menjelaskan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk memiliki tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility). Nah, dana CSR tersebut dialokasikan ke sektor pendidikan. Mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pemberian beasiswa ke perguruan tinggi.

Termasuk juga memberikan pelatihan pendidikan karakter bagi para guru. Tidak tanggung-tanggung, mulai September 2017 hingga saat ini sudah ada 1.091 guru yang mengikuti pelatihan tersebut. Sedangkan lokasi yang ditempati pelatihan mencapai 14 daerah. Mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara.

"Termasuk yang kita lakukan di Tebuireng ini yang ke-14. Soal materi dan fasilitator kita menggandeng Faklutas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang," ujar Thomas di sela-sela acara.

Disinggung soal pendidikan karakter yang dimaksud, Thomas mengungkapkan, salah satu faktor yang mempengaruhi ouput pendidikan adalah guru. Oleh sebab itu, untuk menghasilkan anak didik yang berkualiatas harus dimulai dari guru yang berkualitas.

Di luar itu, lanjut Thomas, perkembangan teknologi cukup pesat. Gadget bukan lagi menjadi barang langka. Sosial media begitu mempengaruhi perilaku manusia. Dampaknya, nilai-nilai kearifan lokal mulai tergerus. Sopan santun, tepo seliro, rasa menghargai, mulai ditinggalkan. Secara otomatis karakter masyarakat Indonesia yang asli juga terkikis.

"Nah, untuk membentengi hal-hal tersebut, para guru kita beri pelatihan pendidikan karakter. Selanjutnya, hasil pelatihan ini dapat diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing," ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan, Wahyu Nanang, memberikan apresiasi positif digelarnya kegiatan tersebut. Menurutnya, materi-materi tersebut sangat penting bagi guru seperti dirinya. Apalagi, para tutor dalam pelatihan juga cukup mumpuni, yakni dari Fakultas Psikologi Undip.

"Saya berharap pelatihan pendidikan karakter tersebut tidak berhenti sampai di sini. Namun dijadikan agenda rutin. Karena guru di Jombang cukup banyak, sementara saat ini yang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan hanya 110 guru," ujar guru MI (Madrasah Ibtidaiyah) Darul Ulum, Mojosongo, Kecamatan Diwek, Jombang, ini. [suf]

Tag : guru

Komentar

?>