Kamis, 15 Nopember 2018

Mahasiswa Unair Luncurkan Chi Touch, Hand Sanitizer dari Kulit Udang

Jum'at, 29 Juni 2018 17:43:52 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Mahasiswa Unair Luncurkan Chi Touch, Hand Sanitizer dari Kulit Udang

Surabaya (beritajatim.com) - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sepertinya terus mengembangkan inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat. Benda-benda tidak terpakai pun bisa disulap menjadi sesuatu yang bernilai, seperti, kulit udang.

Ditangan mahasiswa Universitas Airlangga yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) Fakultas Farmasi, chitosan kulit udang bisa dikreasi dalam inovasinya menjadi handsanitizer CHI-TOUCH.

Berbahan alami dari kitosan kulit udang sebagai inovasi aktiseptik pembersih tangan bebas alkohol, selain sebagai salah satu langkah pemanfaatan limbah kulit udang.

Hasil inovasi itu kemudian oleh tim PKMK yang beranggotakan Galuh Primadani, Yenni Desilia Indahsari, Nabilah Lutfi, Ajeng Della Sari, dan Kholidah Febriani, ditulis dalam karya ilmiah. Proposal ini berhasil lolos dari seleksi yang dilakukan oleh Kemenristekdikti dan memperoleh dana pengembangan dalam program PKM 2018 Dikti.

Diakui oleh Galuh Primadani selaku ketua Tim PKMK ini bahwa di era modern saat ini masyarakat cenderung tertarik dengan produk instan dan praktis, tidak terkecuali produk pembersih tangan.

Masyarakat cenderung memilih produk yang bisa memberikan solusi cepat, efektif, murah, dan mudah dibawa.

”Keberadaan sabun dan air terkadang tidak sesuai dengan yang diinginkan. Air yang tersedia tidak bersih, sabun yang digunakan bersama-sama, dan tempat cuci tangan yang kurang bersih dapat memantik kekhawatiran atas kebersihan dan kesehatan pengguna," kata Galuh saat dihubungi melalui pesan online (29/6)

Produk handsanitizer hadir sebagai jalan keluar dari permasalahan tersebut.

Namun, tambah Galuh, mayoritas gel handsanitizer yang beredar di pasaran masih banyak yang menggunakan alkohol, dan itu dirasa kurang aman terhadap kesehatan karena alkohol merupakan pelarut organik yang dapat melarutkan lapisan lemak dan sebum pada kulit yang berfungsi sebagai pelindung terhadap infeksi mikroorganisme.

Selain itu, alkohol mudah terbakar dan pada pemakaian berulang menyebabkan kekeringan dan iritasi pada kulit.

Dipilihnya pemanfaatan kitosan sebagai antibakteri karena sesuai literatur, kemampuan muatan positifnya yang dapat berinteraksi dengan permukaan sel bakteri yang bermuatan negatif, sehingga dapat mengganggu pertumbuhan koloni bakteri, dan handsanitizier berbahan kitosan ampuh untuk membunuh bakteri Escherichia coli, Listeria innocua dan Staphylococcus aureus.

Kepada calon pengguna (konsumen), lanjut Galuh, disarankan tidak perlu khawatir dengan aroma yang timbul dari kulit udang.

Karena bahan baku kitosan tersebut sudah melalui beberapa reaksi hidrolisis dan proses diasetilasi, sehingga aroma khas kulit udang tidak timbul lagi.

Selain itu, produk CHI-TOUCH karya Galuh Dkk ini hadir dengan beberapa varian aroma yang segar. Diantaranya aroma jeruk, vanila, strawberry, dan anggur. Produk CHI-TOUCH ini sudah dipasarkan, dan dapat dibeli dengan harga Rp 12.500,00/botol isi 50 mL. Harga ini diyakini cukup terjangkau dibandingkan dengan manfaat dan keamanan yang diperoleh dari produk ini.

Pada produksi yang pertama, sebanyak 75 botol CHI-TOUCH sudah ludes terjual dan tersebar di berbagai daerah di Pulau Jawa, seperti Surabaya, Gresik, Pasuruan, Sidoarjo, Madiun, Kediri, Jogjakarta, dan Jakarta.

Menurut Galuh, saat ini produk CHI-TOUCH sedang dalam tahap pengurusan registrasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar menjadi produk yang dapat dijual bebas di masyarakat.

”Pada pengembangan selanjutnya, kami akan memperluas pemasaran CHI-TOUCH bisa menjangkau pasar ke seluruh wilayah Indonesia," kata Galuh Primadani.[adg/ted]

Tag : unair

Komentar

?>