Kamis, 20 September 2018

Untag Adakan Sarasehan Kebudayaan Bersama Ahmad Basarah

Senin, 25 Juni 2018 15:43:24 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Untag Adakan Sarasehan Kebudayaan Bersama Ahmad Basarah

Surabaya (beritajatim.com) - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya hari ini menggelar Sarasehan Kebudayaan dan juga Parade Puisi yang bertemakan Dirgahayu 639 Bhineka Tunggal Ika dan Bulan Soekarno, di Gedung Graha Wiyata lantai 9 Untag, Senin (25/6/2018).

Sarasehan Kebudayaan ini dihadiri oleh tiga pembicara yakni, Dr. Ahmad Basarah Wakil Ketua MPR RI, Dr. Bambang Noorsena Budayawan dan Pendiri ISCS dan, Dr. Prof Sumanto Al-Qurtubi Cultural Anthropology Profesor di King Fadh University of Petroleum dan Minerals Dhahran Saudi Arabia.

Menurut Ketua Panitia acara, Prof Soekarno, Sarasehan ini diadakan sebagai wujud syukur Dirgahayu Bhineka Tunggal Ika yang ke 639 yang bertepatan dengan Bulan Soekarno.

"Komunitas Kebangsaan se Surabaya bekerja sama dengan Untag Surabaya untuk mengadakan Sarasehan ini. Acara ini juga sebagai pemantik agar kita kembali pada kejernihan Pancasila, agar tidak terpecah belah karena pada dasarnya hakekatnya Pancasila adalah tonggak terbaik untuk Negara Indonesia," ujar Prof Soekarno yang juga sebagai Dosen Ketua MK Utang.

Dalam Pidatonya, Ahmad Basarah mengatakan bahwa acara ini bukanlah bentuk kampanye, ia hanya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan kemurnian Pancasila dan mengajak untuk selalu mengingat sejarah bangsa."Bu Risma, saya memastikan bahwa acara ini bukan bentuk dari kampanye, hanya sebuah Orasi budaya yang mengusung Jas Merah, atau Jangan sekali kali Melupakan Sejarah. Karena jika ingin selalu memperkuattat kesadaran kebhinekaan kita maka kita harus kembali pada kejernihan falsafah hidup kita yakni Pancasila," kata Basarah kepada Walikota Jatim yang hadir saat itu.

Ahmad Basarah pun menambahkan bahwa falsafah hidup kenegaraan harus dikenalkan sejak dini dilingkup pendidikan, ia pun meminta Presiden untuk menghadirkan kembali pelajaran Pendidikan Pancasila sebagai upaya memperdalam kesadaran bernegara.

"Pansila harus diketahui asal usulnya sebagai dasar lahirnya Negara Indonesia, dan ini harus diketahui asal-usulnya oleh bangsa Indonesia, jangan sampai generasi muda Indonesia tidak tahu asal usulnya, ini kecelakaan sejarah jika kalau bangsa Indonesia tidak mengakui bagaimana Pancasila itu dibentuk oleh para pendiri bangsa kita. Dan saya kira tradisi bulan Juni ini diperingati sebagai bulan Soekarno agar kita semua sadar dan mengetahui asal usul negaranya sendiri," tambahnya. [adg/ted]

Tag : untag

Komentar

?>