Selasa, 16 Oktober 2018

Amintyas Sempat Cek Medis di RS Bina Sehat Sebelum ke Malaysia

Selasa, 12 Juni 2018 16:21:01 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Amintyas Sempat Cek Medis di RS Bina Sehat Sebelum ke Malaysia

Jember (beritajatim.com) - Amintyas Wahyudi (34), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal  Dusun Sumuran, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sempat melakukan cek medis ke Rumah Sakit Bina Sehat sebelum berangkat ke Malaysia. Belakangan, ia justru berangkat melalui jalur tak resmi sebelum akhirnya meninggal dunia di Malaysia dan terabaikan selama berhari-hari.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Federasi Tenaga Kerja Indonesia Sarikat Buruh Muslimin NU, Mohammad Rosul, Selasa (12/6/2018). Amintyas bertolak ke Malaysia pada 5 November 2017 tanpa dokumen resmi dan bekerja menjadi petugas kebersihan di salah satu perusahaan otomotif. Dia mengalami sakit pada 20 Mei 2018, dan diantarkan salah satu rekan serumahnya ke rumah sakit di Kuala Lumpur.

"Ternyata di sana dia terdeteksi mengalami TBC, sehingga harus dirawat intensif selama tujuh hari. Tanggal 27 Mei dini hari, jam 00.08, dia meninggal," kata Rosul. Tidak ada biaya membuat pemulangan jenazah Amintyas terkatung-katung selama berhari-hari, dan akhirnya diurus oleh FTKI Sarbumusi NU.

Rosul mengatakan, sebenarnya hal ini sudah bisa terdeteksi sejak awal, karena Amintyas melakukan cek medis di Bina Sehat pada 28 Juli 2017. "Saya punya datanya, (medical report) ditandatangani dr. Faida yang bupati hari ini, yang menyatakan bahwa almarhum ini sudah 'unfit' dan terdeteksi tuberkulosis paru," katanya.

Data ini, menurut Rosul, sebenarnya bisa dikirim ke Kantor Imigrasi Jember. "Dengan begitu Kantor Imigrasi bisa memonitor, karena di situ ada nama dan nomor paspor, sehingga bisa dicekal kalau tujuannya tidak jelas. Artinya ada saling koordinasi antara semua pihak," katanya, menduga Amintyas memilih nekat berangkat tanpa dokumen resmi setelah hasil cek medis tak mendukung.

Rosul menyerukan adanya sinergi semua pemangku kebijakan terkait TKI. "Rumah sakit tahu calon TKI yang akan berangkat ke luar negeri ini unfit. Paling tidak (rumah sakit) kasih warning ke Imigrasi, supaya tidak lolos. Harus ada sinergi dari Imigrasi, lembaga kesehatan, Dinas Tenaga Kerja. Kalau tidak bersinergi, maka kasus TKI-TKi 'undocument'tidak akan selesai," katanya. [wir/kun]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>