Sabtu, 22 September 2018

Tak Masuk Daftar, Universitas Jember Tetap Waspadai Radikalisme

Sabtu, 09 Juni 2018 15:46:13 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Tak Masuk Daftar, Universitas Jember Tetap Waspadai Radikalisme

Jember (beritajatim.com) - Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak masuk dalam daftar perguruan tinggi yang terpapar radikalisme. Namun pengelola kampus tetap memancangkan kewaspadaan.

Rektor Unej Moh. Hasan mengingatkan, pada 2012, ada laporan resmi dari petugas keamanan bahwa ada alumni lulusan 2004 yang terlibat dalam aksi terorisme. "Ini peristiwa yang bukan main-main dan Universitas Jember memberikan perhatian serius terkait gerakan radikal yang demikian," katanya.

Ketua LP3M (Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu) Universitas Jember Akhmad Taufiq menambahkan, maraknya aksi terorisme bom bunuh diri mampu menggugah kesadaran dan empati kita bersama. "Aksi bom bunuh diri ini, diakui atau tidak, menjadi persoalan serius bagi bangsa ini," katanya. 

"Penyebutan oleh media bahwa ada tujuh perguruan tinggi negeri di Indonesia yang sudah tersusupi ideologi radikal, tidak dapat kita remehkan begitu saja. Universitas Jember, meskipun tidak disebut di media, bukan berarti aman dan bebas dari ideologi radikal tersebut," kata Taufiq.

Taufiq meminta semua pihak agar tetap berhati-hati. "Daya aktualitas Pancasila dituntut sedemikian rupa untuk mampu menjinakkan ideologi radikal tersebut, dan pada saat yang sama dituntut mampu mengembangkan iklim kehidupan berbangsa yang penuh toleransi dan moderasi," katanya.

Kepala Kepolisian Resor Jember AKBP Kusworo Wibowo mengatakan sudah mengumpulkan seluruh pengelola perguruan tinggi di Jember. Pemantauan kegiatan kemahasiswaan sangat ketat. "Banyak elemen yang turut mengawasi kegiatan kemahasiswaan," katanya, Jumat (8/6/2018) malam. [wir]

Tag : unej

Komentar

?>