Rabu, 14 Nopember 2018

Jelang Lebaran, Guru Honorer di Jember Belum Terima Gaji

Rabu, 06 Juni 2018 17:17:29 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Jelang Lebaran, Guru Honorer di Jember Belum Terima Gaji

Jember (beritajatim.com) - Menjelang lebaran, gaji untuk guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum jelas, kendati sebagian besar sudah memperoleh surat penugasan.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jember Supriyono mengatakan, GTT menerima dua surat penugasan. Pertama adalah surat penugasan untuk bekerja di sekolah awal atau lama pada Januari-April. Surat kedua adalah surat penugasan mengajar di sekolah baru pada Mei dan Juni 2018.

"Janji beliau (bupati) tetap, bahwa mereka akan dibayar maksimal Rp 1,4 juta, tapi juga dengan melihat masa kerja. Ternyata sumber (pendanaan untuk gaji honorer) berasal dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah dari pemerintah pusat). Karena BOS telat beberapa bulan tidak dibayar, maka GTT pun tidak dibayar," kata Supriyono.

Dengan kata lain GTT belum menerima honor apa-apa. "Begitu kondisinya," kata Supriyono. PGRI mengimbau agar honor GTT segera dibayarkan. "Ini mau hari raya. Kalau memang kemarin pemerintah daerah melalui bupati menyampaikan mau dibayar, ya bagaimana upaya pemerintah daerah supaya teman-teman dibayar. Kasihan sudah empat bulan (lebih) teman-teman tidak mendapatkan honor," kata Supriyono.

Menurut catatan beritajatim.com, bukan sekali ini saja GTT tidak menerima honor tepat waktu. Tahun 2017, ribuan GTT tidak bisa mencairkan honor dari BOS karena Pemerintah Kabupaten Jember tidak mengeluarkan surat penugasan sebagaimana diamanatkan regulasi pusat. Gara-gara urusan itu, sebagian guru dan pegawai honorer melakukan aksi mogok kerja selama tiga hari. [wir/kun]  

Komentar

?>