Rabu, 14 Nopember 2018

PGRI Galang Gerakan 'Koin Yuliana'

Rabu, 06 Juni 2018 15:36:38 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
PGRI Galang Gerakan 'Koin Yuliana'

Jember (beritajatim.com) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggelar gerakan untuk membantu dan menalangi tunggakan iuran Yuliana sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Yuliana adalah guru tidak tetap (GTT) atau guru honorer SD Negeri Sidomulyo 9, yang mengalami kecelakaan lalu lintas saat hendak mengambil surat penugasan di kantor Badan Kepegawaian Daerah. Ia kini harus dirawat di RS Daerah dr. Soebandi setelah menjalani operasi besar menghilangkan sumbatan darah di otak akibat kecelakaan tersebut.

Ketua PGRI Jember Supriyono mengatakan, Yuliana menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan selama delapan bulan. "Kami mengadakan gerakan 'Koin Yuliana' untuk meringankan beban, sambil mengatasi tunggakan BPJS selama delapan bulan. Kami carikan dananya," katanya.

Yuliana menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan secara kolektif bersama 160 orang guru honorer di Kecamatan Silo. Selama delapan bulan iuran BPJS belum terlunasi sebesar Rp 12,8 juta. Ini yang kemudian membuat Yuliana masuk ke rumah sakit sebagai pasien umum dan tidak biaya perawatan tidak ditanggung BPJS. "Mereka kan tidak punya honor tetap. (Kalau tidak menerima gaji) otomatis (tidak membayar iuran BPJS)," katanya.

Koperasi PGRI Jember bergerak dan menalangi tunggakan iuran Rp 12,8 juta untuk para guru honorer di Silo itu. Akhirnya Yuliana bisa dirawat tanpa dibebani biaya mandiri karena sudah dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan. "Kondisi Bu Yuliana saat ini alhamdulillah sudah sadar setelah dioperasi," kata Supriyono, Rabu (6/6/2018).

Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Jember Hadi Susanto membenarkan bahwa tunggakan iuran 160 orang GTT sudah lunas. Dengan demikian biaya perawatan Yuliana akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan sepenuhnya. [wir/ted]

Tag : guru

Komentar

?>