Senin, 24 September 2018

Guru Honorer Kecelakaan, PGRI Jember: Ada yang Perlu Diubah

Selasa, 05 Juni 2018 16:06:05 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Guru Honorer Kecelakaan, PGRI Jember: Ada yang Perlu Diubah

Jember (beritajatim.com) - Kecelakaan yang dialami Yuliana, guru tidak tetap (GTT) atau guru honorer SD Negeri Sidomulyo 9, saat hendak mengambil surat penugasan, membuat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, prihatin.

Yuliana harus menjalani operasi besar, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas kemarin, saat hendak mengambil surat penugasan guru honorer di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Jember yang berjarak puluhan kilometer dari rumahnya. Ia kini harus dirawat di RS Daerah dr. Soebandi setelah menjalani operasi besar menghilangkan sumbatan darah di otak akibat kecelakaan tersebut.

"Mudah-mudahan ini kejadian pertama dan terakhir. Kalau bisa tidak terjadi Yuliana yang berikutnya. Manajemen sentralistis (pembagian surat penugasan) diubah, didesentralisasikan ke kecamatan," kata Ketua PGRI Jember Supriyono, Selasa (5/6/2018).

Yuliana harus mengambil surat penugasan ke BKD karena termasuk dalam kelompok guru yang memiliki kelengkapan berkas belakangan, setelah Bupati Faida memberikan langsung surat penugasan beberapa waktu lalu. Selain Yuliana, ada sejumlah guru lain yang harus mengambil surat tugas di BKD.

Supriono mengingatkan, guru-guru honorer tersebar di 31 kecamatan, dan sebagian berada di pelosok yang jauh dari pusat pemerintahan. "Guru yang dari Sumberbaru, Silo, Tempurejo kan minimal menempuh perjalanan 30-35 kilometer (untuk mengambil surat penugasan di BKD)," katanya. [wir]

Tag : guru honorer

Komentar

?>