Kamis, 16 Agustus 2018

Solidaritas, Seorang Guru Honorer di Jember Tolak Dimutasi

Jum'at, 18 Mei 2018 20:20:58 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Solidaritas, Seorang Guru Honorer di Jember Tolak Dimutasi

Jember (beritajatim.com) - Nur Fadli, seorang guru tidak tetap (GTT) atau guru honorer di SD Negeri Bintoro 5 Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur menolak dipindahtugaskan ke sekolah menengah pertama yang berdekatan dengan rumahnya di Kecamatan Sukorambi.

Nur Fadli adalah guru pertama dari lebih dari tiga ribu orang guru honorer yang berani menolak mutasi yang ditetapkan Dinas Pendidikan Jember sebagai syarat untuk memperoleh surat penugasan. Dengan penolakan ini, ia terancam tidak memperoleh gaji yang berasal dari Bantuan Operasional Sekolah maupun Program Pendidikan Gratis.

Penolakan ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember. "Kalau guru PNS dipindahkan (bertugas mengajar) ke sekolah yang lebih dekat dengan rumah. Sementara GTT kebanyakan gerundel karena ditaruh di tempat yang jauh (dari rumah) dan tidak linier dengan pelajaran yang diampu," kata Fadli, Jumat (18/5/2018).

Fadli prihatin dengan mutasi GTT yang berjauhan. "Ada teman saya dari Kecamatan Tanggul yang dipindah ke Sukowono. Ini tidak seperti PNS yang diminta (mengajar) dekat rumah. Ini (GTT) kok malah sebaliknya," katanya. Berdasarkan Google Map, jarak antara Kecamatan Tanggul ke Sukowono sekitar 81.9 kilometer.

Fadli mengatakan, gajinya bisa meningkat hingga Rp 1,4 juta jika mengajar sesuai surat tugas tersebut. "Tapi terus terang saya tidak senang, karena belum tentu guru-guru yang ditaruh di tempat kami (SD Negeri Bintoro 5) bisa kerasan. Orang bilang saya enak (ditugaskan mengajar di sekolah dekat rumah). Saya biasanya datang ke gunung, sekarang ditaruh di tempat yang enak. Tapi saya ngomong solidaritas dengan teman-teman GTT saya yang dipindah," katanya.

"Di sana medannya jauh dan kalau musim hujan belum tentu dia (GTT yang ditempatkan mengajar) bisa datang ke sana. Selain itu PNS yang ditempatkan di sana hanya satu orang," kata Fadli. [wir/ted]

Tag : bom surabaya

Komentar

?>