Kamis, 19 Juli 2018

Kekurangan Guru SD, Ini Kata DPRD Kabupaten Malang

Rabu, 02 Mei 2018 20:42:43 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Kekurangan Guru SD, Ini Kata DPRD Kabupaten Malang

Malang (beritajatim.com) - Minimnya jumlah guru SD negeri berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) alias PNS di Kabupaten Malang, mendapat sorotan DPRD setempat.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Zia Ulhaq, mengaku ikut prihatin dengan kondisi kekurangan guru ASN di Kabupaten Malang tersebut. 

Untuk itu, DPRD Kabupaten Malang selalu berupaya mendorong dan mengusulkan serta mendesak Pemerintah Pusat untuk menyetujui usulan pengadaan guru ASN di Kabupaten Malang.

"Kami ingin anak-anak sekolah di Kabupaten Malang selalu mendapatkan pendidikan yang lebih baik dari para guru ASN," kata Zia Ulhaq, Rabu (2/5/2018). 

Menurut Zia Ulhaq, kekurangan guru ASN di Kabupaten Malang terjadi sejak dua tahun terakhir. Hal itu disebabkan banyaknya guru ASN memasuki masa pensiun. 

Namun, pada waktu bersamaan tidak diikuti oleh penerimaan guru ASN karena Pemerintah Pusat melakukan moratorium ASN.

Sehingga, dampaknya Kabupaten Malang menjadi kekurangan guru ASN. Kondisinya semakin parah karena guru ASN yang ada harus mengajar hingga di empat sekolah.

Zia melanjutkan, DPRD Kabupaten Malang berharap Pemerintah Pusat bisa melihat kondisi kekurangan guru ASN di Kabupaten Malang dengan menyetujui usulan penerimaan guru ASN. 

Pihaknya optimis APBD Kabupaten Malang mampu untuk mengalokasikan anggaran untuk gaji guru ASN baru, karena banyak guru ASN pensiun sehingga ketersediaan anggaran gaji dari APBD berkurang. 

"Kami kira berapapun besaran anggaran untuk gaji guru ASN yang dibutuhkan, saya rasa bisa dipenuhi oleh APBD Kabupaten Malang," Zia mengakhiri. (yog/ted)

Tag : guru malang

Komentar

?>