Sabtu, 23 Juni 2018

RS Terapung Kembali Arungi Lautan Madura

Selasa, 01 Mei 2018 21:18:13 WIB
Reporter : Renni Susilawati
RS Terapung Kembali Arungi Lautan Madura

Surabaya (beritajatim.com) - Rumah Sakit (RS) Terapung Ksatria Airlangga kembali mengarungi lautan luas. Setelah hampir dua bulan, kapal phinisi yang disulap menjadi rumah sakit ini bersandar di pelabuhan Kalimas, kini kapal ini pun melanjutkan perjalanan ketiganya ke Pulau Sapeken, Sumenep Madura.

Kapal yang memiliki dua ruang operasi serta beberapa ruangan untuk layanan kesehatan lainnya ini akan menempuh perjalanan yang cukup panjang untuk sampai di pulau terpencil Madura itu yakni sekitar 24 jam lamanya. Dan diperjalanan yang panjang dengan kapal phinisi ini mereka membawa obat-obatan serta tim medis yang jauh lebih banyak dari perjalanan mereka sebelumnya.

Obat-obatan dua kali lebih banyak, begitu juga dengan tim medis yang jumlahnya totalnya sekitar 89 tim medis yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, dokter hewan, ahli gizi hingga perawat. Para tim medis ini akan bersandar di Sapeken selama hampir sepekan yakni mulai 2-6 Mei dan akan kembali bersandar 8 Mei mendatang di Tanjung Perak mengingat waktu perjalanan pulang mereka yang juga panjang.

"Kali ini kami memang menurunkan lebih banyak tim medis karena jumlah pasien yang akan kami tangani sekitar 920 pasien dengan berbagai keluhan. Dan kami yakin jumlah yang diprediksi saat ini bisa bertambah lebih banyak lagi, bisa jadi lebih dari 1.000 pasien. Makanya kami membawa pasokan tenaga medis yang lebih banyak dengan spesifikasi yang lebih lengkap," beber Dr Agus Harianto SpB, Direktur RS Terapung Ksatria Airlangga, sebelum kapalnya bertolak ke Sapeken, Selasa (1/5/2018).

Dikatakan, sebelum memulai perjalanan ke Sapeken untuk melakukan pengobatan gratis dengan tema "Bakti Sapeken" ini timnya sudah lebih dahulu survey dan melakukan persiapan di pulau terluar Madura itu. Hasilnya tak hanya para wanita hamil saja yang akan ditangani tetapi juga operasi bibir sumbing.

"Dan untuk operasi bibir sumbing ini kami sengaja membawa dokter kecantikan dan estetika, sehingga hasil operasi bisa maksimal. Dan pasien bisa kembali kepercayaan dirinya," jelas Agus.

Hampir sama dengan kunjungan RS Terapung Ksatria Airlangga ke Bawean dan pulau Kangean beberapa waktu lalu yang seluruhnya dibiayai oleh donatur, yang sebagian besar perusahaan BUMN dan perusahaan yang memiliki kantor di Jatim, namun  kali ini gaung RS Terapung tampaknya sudah sampai ke ibukota. Investree salah satu perusahaan peer to peer landing tertarik membiayai operasional dan obat-obatan yang dibutuhkan selama Bakti Sapeken.

"Mereka membantu operasional kapal dan obat serta peralatan kesehatan yang kami butuhkan. Sedangkan tenaga medisnya termasuk dokter spesialis semuanya mengerahkan tenaga dan keahliannya tanpa mau dibayar sepersen pun. Sejak awal keberadaan RS Terapung ini memang sudah mampu membawa energi positif sehingga semua pihak mau bahu membahu membantu kebutuhan kami," tambah Agus.

Hal yang sama juga diamini oleh Dr Amirrudin, Co-Founder Investree yang turut hadir langsung dalam pelepasan RS Terapung ke Sapeken. Amirrudin mengaku dirinya sudah terlibat sejak awal pemesanan kapal Phinisi di Makasar 2016 lalu, tetapi bantuannya masih bersifat pribadi.

"Saya bukan alumni Unair tetapi saya teman satu angkatan Paskibraka Nasional dulu, bersama dokter Agus. Saat bertemu dokter Agus menceritakan rencana timnya untuk membuat RS Terapung, saya pun melihat ini adalah sebuah langkah besar untuk menjangkau masyarakat pedalaman dan memutuskan untuk ikut membantu sejak awal," kenang Amirrudin.

Melihat begitu banyak kisah heroik yang terjadi selama perjalanan RS Terapung Ksatria Airlangga membantu proses melahirkan diatas kapal hingga operasi katarak, akhirnya Amirrudin pun melibatkan perusahaannya untuk ikut membantu secara langsung.

"Bantuan yang kami berikan adalah murni CSR kami, ini sejalan dengan misi kami membantu pelaku UMKM dalam permodalan maka RS Terapung pun membantu masyarakat dalam layanan kesehatan yang maksimal meskipun dilakukan diatas kapal," tandas Amirrudin.

RS Terapung Ksatria Airlangga memang tak hanya membuka mata masyarakat Jatim saja tentang semangat yang tak pernah patah untuk terjun langsung mencari masyarakat yang sulit mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai. Nyali setiap anggota tim RS Terapung Ksatria Airlangga pun tak mudah dipatahkan ombak lautan yang besar sekalipun, sehingga gaung bakti mereka menggema keseluruh Nusantara. [rea/but]

Tag : unair

Komentar

?>