Sabtu, 23 Juni 2018

Semangat Kartini, Unair Gelar Inovasi Guru Besar Perempuan

Selasa, 24 April 2018 20:55:09 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Semangat Kartini, Unair Gelar Inovasi Guru Besar Perempuan

Surabaya (beritajatim.com)--Universitas Airlangga (Unair) menggelar Inovasi Guru Besar Perempuan di Aula Amerta Unair, Selasa (24/4/2018).

Kegiatan yang masih dalam semangat Hari Kartini ini mengundang 3 Guru Besar Perempuan Unair, yakni Prof Anis Eliyana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof Emy Susanti dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Prof Merryana Adriani dari Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Gelar Inovasi Guru Besar Unair ini mengangkat tema, "Peran Wanita Di Era Millenial". Isu-isu dan peluang mengenai perempuan diangkat dalam dialog tersebut.

Prof Anis mengatakan dalam pidatonya bahwa perempuan juga bisa menjadi bagian penting dalam kemajuan revolusi industri 4.0. Menurutnya, perempuan harus menambah wawasannya tentang modernitas dan memiliki jiwa leadership dan intrepreneurship.

"Peluang perempuan masa kini ini sangat besar, perempuan saat ini walaupun ada di rumah, tapi ia juga bisa memimpin dan menjalankan bisnis. Inilah peluang-peluang besar yang bisa dimanfaatkan perempuan," tutur Prof Anis.

Di kesempatan ini juga Prof Emy memaparkan semangat Kartini yang masih relevan dengan kehidupan millenial pada saat ini. Ia mengangkat isu mengenai isu isu bias gender yang terjadi selama ini.

Diskriminasi gender menjadi topik yang menarik dari pidatonya. Menurutnya, dari semangat yang diperjuangkan oleh Kartini, pendidikan dan kontribusi sosial perempuan saat ini sudah terpenuhi, tinggal masalah ketidakadilan dan diskriminatif peran perempuan, terutama dalam kehidupan domestiknya.

Prof Emy juga memaparkan bahwa kehidupan millenial ini perempuan telah diberikan kebebasan yang luar biasa. Perempuan bisa saja melakukan banyak hal dengan memanfaatkan teknologi informasi.

"PR kita adalah laki-laki sebaiknya adalah mengikuti perkembangan ini dan tidak menggungkung perempuan pada sektor domestik saja. Jika perempuan dibolehkan untuk bekerja demi menambah penghasilan, seyogyanya laki-laki tidak membatasi perempuan dalam masalah domestik. Laki-laki harus diajak dalam diskusi gender agar pemahamannya setara dan diharapkan laki-laki memberikan dukungan terhadap perempuan," pungkasnya. [adg/air]

Tag : unair

Komentar

?>