Selasa, 16 Oktober 2018

LP Maarif Kabupaten Malang Tingkatkan Mutu Pendidikan

Selasa, 24 April 2018 14:51:48 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
LP Maarif Kabupaten Malang Tingkatkan Mutu Pendidikan

Malang (beritajatim.com) - Sejumlah workshop terus digelar Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PCNU Kabupaten Malang untuk meningkatkan mutu pendidikan ditempat ini. Selain menaikkan kualitas pendidikan, melalui workshop nantinya untuk mencapai SDM (Sumber Daya Manusia) kepala sekolah dan para guru swasta dibawah naungan LP Ma'arif.

Dengan mengusung tema Keprofesionalan guru mulai tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Sekolah Menengah Atas (MA) ini, diagendakan tuntas hingga akhir tahun 2018 mendatang.

Menurut Abdul Rahman, Kepala LP.Ma'arif NU Kabupaten Malang mengatakan, workshop tingkat guru MI sudah berlangsung sejak dua peka  lalu. "Workshop ini terus kami laksanakan. Tahap berikutnya untuk tingkat SLA dan SLTP. Dan itu memang kami wajibkan,” tegas Abah Dur, panggilan akrab Abdul Rahman, Selasa (24/4/2018) siang.

Kata dia, tujuan lain workshop yang bakal digelar diberbagai lembaga naungan LP.Ma'arif ini, tambah mantan anggota DPRD Kabupaten Malang dua periode lalu, selain menuju pendidikan bermutu juga untuk persiapan SDM, baik untuk kepala sekolah maupun kalangan guru.

"Jika mereka sudah dinyatakan profesional sebagai seorang guru, SDM itu nantinya akan dicapai. Apalagi, dengan besarnya perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan saat ini. Jika tidak ada keseimbangan dari LP.Ma'arif, Kabupaten Malang bisa jeblok. Jangan sampai lembaga pendidikan swasta jadi kambing hitam lagi,” beber Abah Dur.

Ia menambahkan, satu Sinergi dengan teman-teman guru di jajaran negeri. Artinya, SDM itu setara dengan mereka. Sehingga dengan digelarnya workshop ini keprofesionalan guru swasta sesuai yang ia harapkan.

Masih kata Abah Dur yang juga menjabat Ketua yayasan Darul Huda Desa Klepu, mewajibkan seluruh guru jajaran LP Ma'arif  harus berbekal ijazah S-1. Diakui, kebanyakan para guru swasta belakangan ini berangkat dari berbagai background.
Mereka tidak kantongi ijazah akta IV, karena kebutuhan tenaga mereka tetap mengajar di lembaga swasta. "Kami minta seluruh guru di lembaga swasta harus betul-betul  berijazah S-1. Jika ada diantaranya belum kantongi ijazah S-1, terpaksa kami alihkan status mereka sebagai tenaga karyawan,” tuturnya.

Abah Dur menambahkan, jumlah LP Ma'arif di Kabupaten Malang saat ini mencapai 600 unit dengan jumlah tenaga pendidik ribuan orang. Dari jumlah itu, sebagian diantaranya belum berbekal ijazah S-1.

"Sejak berdiri tahun 1927 silam, LP Ma'arif ini bermisi pendidikan. Kami selaku Ketua LP Ma'arif berkewajiban terus mempertahankan, membantu bagaimana masyarakat di Kabupaten Malang khususnya dan secara umum Indonesia, pendidikan ma'arif ini selalu berkembang pesat,” pungkasnya. (yog/kun)

Berita Terkait

    Komentar

    ?>