Minggu, 22 Juli 2018

Bayi Tanpa Anus Ini Bertahan Hidup 10 Hari Berkat Lubang Kecil

Selasa, 10 April 2018 17:01:27 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Bayi Tanpa Anus Ini Bertahan Hidup 10 Hari Berkat Lubang Kecil

Surabaya (beritajatim.com) - Ibu Suhatyah dari Dusun Koberung, Desa Jarin, Pamekasan melahirkan secara ceasar bayi laki laki tanpa anus pada hari Minggu(1/4) lalu di RS. Swasta Larasati Pamekasan.

Bayi Ibu Suhatyah yang belum memiliki nama ini menjalani perawatan di RS Swasta Larasati Pamekasan selama dua hari, karena tidak memiliki anus untuk sistem ekskresi. Namun karena keterbatasan alat, akhirnya dipulangkan ke rumah.

Menurut penuturan, Abdul Rahman, ayah sang bayi, selama di RS Swasta Larasati, bayinya tidak diberikan perawatan yang berarti dan hanya menunggu rujukan selama dua hari, karena keterbatasan alat medis.

"Anak saya ya dibiarkan begitu, katanya tidak ada alat, terus anak saya boleh dibawa pulang setelah dua hari," tutur pria kelahiran 1959 ini.

Bayi Ibu Suhatyah ketika dibawa ke rumah menjadi lebih memprihatikan, sehingga esok harinya dirujuk kembali ke RSUD dr Slamet Martodirjo Pamekasan selama 4 hari. Selama di RSUD dr Slamet Martodirjo bayi tersebut dibantu dengan selang di mulut untuk mengeluarkan kotoran dari ususnya.

Siang ini pukul 11.30, anak kedua dari Abdul Rahman ini dirujuk kembali ke RSU dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan intensif. Dokter Penanggung Jawab Unit Gawat Darurat, I G B Adria Hariastawa, mengungkapkan bahwa keadaan bayi tanpa anus ini bukanlah halnya luar biasa. Kasus ini terjadi 1:3000 angka di bayi lahir hidup dan hal ini pasti bisa ditangani dengan baik.

"Bayi ini sebenarnya bukan kasus luar biasa, kerena kami hampir seminggu tiga kali mendapatkan pasien bayi lahir tanpa anus. Tapi karena bayi ini terlambat ditangani maka menjadi kritis statusnya," ujar dokter Adria.

Menurutnya, bayi ini seharusnya segera dikirim ke RSU dr Soetomo, karena di rumah sakit lain pasti tidak memiliki alat medis yang memadai.

Ditambahkannya, bayi berumur sepuluh hari ini terbantu karena ada lubang kecil di bagian anusnya, karena itu ia masih bisa bertahan sampai sepuluh hari, karena angin masih bisa keluar dari lubang tersebut.

"Sebenarnya, jika bayi ini sama sekali tidak memiliki lubang kemungkinan besar umurnya hanya bertahan empat hari, untungnya bayi ini memiliki lubang kecil yang walaupun tidak bisa menjadi jalan keluarnya feses tetapi masih bisa untuk mengeluarkan gas dan udara. Oleh karena itu bayi ini masih bisa bertahan dalam keadaan yang cukup baik," imbuhnya.

Bayi dari keluarga nelayan garam ini, akan segera dioperasi untuk pembuatan jalan keluarnya feses di perutnya nanti sekitar pukul 18.00. [adg/but]

Tag : bayi

Komentar

?>