Selasa, 14 Agustus 2018

Mengapa Proses Validasi Penerjemahan Alquran Penting Dilakukan?

Kamis, 05 April 2018 01:39:41 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Mengapa Proses Validasi Penerjemahan Alquran Penting Dilakukan?

Pamekasan (beritajatim.com) - Kepala Bidang (Kabid) Litbang Lektur Keagamaan dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) RI Huriyudin menyampaikan proses validasi dalam proses penerjemahan Alquran ke dalam bahasa daerah sangat penting.

Hal itu disampaikan saat ia memberikan sambutan dalam kegiatan Workshop Validasi I Terjemahan Aqur'an ke Bahasa Madura yang digelar STAIN Pamekasan di Meeting Room Hotel Front One Jl Jokotole Pamekasan, Rabu (4/4/2018) malam.

"Proses validasi memang sangat penting dilakukan, sekalipun terdapat berbagai problem yang harus dihadapi tim penerjemah dalam menerjemahkan Alqur'an ke dalam bahasa daerah. Seperti menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Madura yang digelar STAIN Pamekasan," kata Huriyudin.

Diakuinya proses penerjemahan Alqur'an ke dalam bahasa daerah sebagai upaya untuk lebih memperkenalkan Alquran bagi masyarakat di daerah, salah satunya bagi masyarakat Madura melalui terjemahan Alqur'an ke dalam bahasa Madura. "Terjemahan ini merupakan upaya mendekatkan ayat suci bagi masyarakat, apalagi Madura juga memiliki banyak pesantren," ungkapnya.

"Kalau soal problem dalam proses penerjemahan pasti ada, tapi secara umum khawatir dan takut karena kemuliaan Alqur'an sebagai firman. Apalagi dengan penerjemahan bisa mengurangi esensi ideal dari kitab suci," imbuhnya.

Selama ini terdapat beberapa alasan lambatnya proses penerjemahan Alqur'an ke dalam bahasa daerah, tentunya dibandingkan penerjemahan kitab suci agama lain di Indonesia. "Keterlambatan kita menerjemahkan karena berasal dari firman yang turunnya tidak menjadi ideologi, tapi justru menjadi mitos. Makanya tidak diketahui, tapi nyatanya rill, dari mitos menjadi jimat," jelasnya.

"Ketika (Alqur'an) diterjemahkan hari ini menjadi ideologi dan turun menjadi ilmu. Sebab bagaimanapun firman (wahyu) dan ilmu berbeda, firman suci dan ilmu itu rasional dan cenderung relatif sesuai dengan keterbatasan kita sebagai manusia," imbuhnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menilai perbedaan dialektika bahasa juga menjadi salah satu alasan lain keterlambatan proses penerjemahan Alqur'an ke dalam bahasa daerah. "Tidak ada bahasa yang sama dengan tujuan yang sama pula, sehingga saat ini (validasi) menjadi proses blugualisasi dari bahasa Arab menjadi bahasa daerah," sambung Huriyudin.

"Saat ini kita kembali dengan proses penerjemahan Alqur'an ke dalam bahasa Madura melalui kekayaan bahasa, ini bagian dari ijtihad luar biasa dari kita semua dan akan menjadi kontribusi demi merealisasikan STAIN menjadi Institut," pungkasnya.

Workshop Validasi I terjemahan Alqur'an ke dalam bahasa Madura dijadwalkan akan digelar selama tiga hari secara maraton, terhitung mulai malam ini hingga Jumat (6/4/2018). Dimana para tim penerjemah harus bekerja keras untuk melakukan proses validasi hingga akhirnya dilaunching. [pin/suf]

Komentar

?>