Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

RS Terapung Ksatria Airlangga Siap Datangi Pulau Terpencil

Minggu, 11 Maret 2018 22:07:45 WIB
Reporter : Renni Susilawati
RS Terapung Ksatria Airlangga Siap Datangi Pulau Terpencil

Surabaya (beritajatim.com)--Indonesia memiliki ribuan pulau-pulau kecil dan sebagian besar pulau-pulau kecil itu dihuni masyarakat bawah.

Sayangnya, tidak semua masyarakat di pulau terpencil di Indonesia merasakan kemajuan negara ini. Akses informasi, layanan kesehatan, layanan sosial di pulau-pulau itu sama terpencilnya dengan letak pulau mereka.

Tak heran jika kualitas hidup serta angka kematian ibu dan anak pun besar di pulau-pulau terluar.

Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA) menangkap hal itu dengan membuat Rumah Sakit (RS) Terapung, sehingga mampu menjangkau pulau-pulau terpencil di seluruh perairan Indonesia.

Dengan mengandalkan kapal Phinisi yang dipesan dari pelaut Makassar, kini RS Terapung yang diberi nama RS Terapung Ksatria Airlangga itu telah menuntaskan perjalanan ketiganya di Jawa Timur. Kini bersandar di Pelabuhan Kalimas Tanjung Perak dan membuka layanan kesehatan gratis untuk warga sekitar Kalimas, yang merupakan pelabuhan rakyat pertama di Surabaya.

Kapal RS Terapung Ksatria Airlangga ini pertama kali bersandar di Pulau Bawean, Gresik, pada akhir Oktober 2018. Di Bawean sudah ada 449 pasien yang ditangani, 59 pasien di antaranya dilakukan tindakan operasi pembedahan dan 43 pasien mendapatkan layanan operasi katarak.

Semuanya itu diberikan secara gratis kepada masyarakat. Usai merapat di Bawean, RS Terapung Ksatria Airlangga pun membelah lautan Madura dan berlabuh di Pulau Kangean, Sumenep November tahun lalu.

Agaknya gaung pengobatan gratis sudah didengar warga Kangean, dari 300 pasien yang dijadwalkan ikut pengobatan gratis, angkanya naik jadi 1.050 pasien.

Di mana 65 dilakukan tindakan operasi bedah dan 3 di antaranya adalah operasi melahirkan serta 137 pasien operasi mata katarak.

"Saat itu awalnya kami memprediksi hanya 3 hari di Kangean, tetapi karena pasiennya banyak jadi kami bertahan hingga sepekan di sana. Uniknya anak bayi yang lahir dengan cara dioperasi di atas kapal ini, oleh orang tuanya diberi nama Putri Ksatria Airlangga. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi kami karena bisa menolong masyarakat pulau terpencil," ungkap dr Henry Wibowo, penanggung jawab oprasional Kapal RS Terapung Ksatria Airlangga, saat sandar di Kalimas Tanjung Perak, Minggu (11/3/2018) petang.

Kali ini kapal Phinisi sepanjang 27 x 7,2 meter yang memiliki kamar operasi dan kamar pemulihan serta ruang obat-obatan itu disambut hangat oleh 600 lebih warga dan para ABK di Pelabuhan Kalimas yang datang dan mendapat layanan kesehatan sejak Sabtu hingga hari ini.

Menurut Haryanto Basoeni, Ketua IKA UA, ini adalah bentuk mendarmakan alumni pada masyarakat. Hal yang sama juga diungkapkan Junaidi Khotib MKes Ph.D, Dekan Fakultas Kedokteran Unair serta Dr dr Kohar Hari Santoso, Kepala Dinas Kesehatan Jatim, yang berencana akan membawa RS Terapung Ksatria Airlangga ke Asmat untuk memberikan edukasi maupun layanan pengobatan gratis di sana.

Harapannya RS terapung bisa menjadi faslitas kesehatan pendukung dan pelengkap pemerintah. Sebab, RS Terapung Kstaria Airlangga dilengkapi fasilitas memadai dan dokter-dokter spesialis ketika melakukan layanan ksehatan.

"Kami memiliki 113 ribu alumni Fakultas Kedokteran yang tersebar di berbagai wilayah dan akan siap mensupport misi kemanusian ini. Karena ini adalah tugas mulia untuk seluruh memberikan jaminan bahwa semua rakyat Indonesia punya akses layanan kesehatan yang sama meskipun tinggal di pulau terpencil. Apalagi sokongan besar para alumni membuat semua biaya operasional teratasi. Bhkan memesan kapal Phinisi ini juga karena dukungan dari alumni," tandas Junaidi.[rea/air]

Tag : fk unair

Komentar

?>