Selasa, 19 Juni 2018

5 Persen Dosen Universitas Jember Masih Perlu Adaptasi E-Learning

Jum'at, 09 Maret 2018 18:03:25 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
5 Persen Dosen Universitas Jember Masih Perlu Adaptasi E-Learning

Jember (beritajatim.com) - Lima persen dosen Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih perlu beradaptasi dan berintegrasi dengan pembelajaran berbasis e-learning atau pembelajaran elektronik.

"Sambil sedikit melakukan pembenahan sarana dan prasarana dapat kami tuntaskan di semester berikutnya," kata Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Akhmad Taufiq, dalam siaran pers yang diterima Beritajatim.com, Jumat (9/3/2018).

Pembelajaran berbasis e-learning sudah dimulai pada dua pekan pertama semester genap masa aktif perkuliahan tahun akademik 2017/2018, 26 Februari - 8 Maret 2018. "Pada dua minggu pertama ini, dapat kami lihat melalui sistem monitoring yang dikembangkan UPT TI (Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi) Universitas Jember, 95 persen dosen sudah adaptif dan terintegrasi dengan pembelajaran berbasis e-learning ini," kata Taufiq.

E-learning sudah mulai dimanfaatkan Unej pada 2015 dan sejak saat itu terus berkembang. Taufiq menyebut ini sebagai fenomena yang menggembirakan bagi institusi Unej di tengah era revolusi industri keempat. "Laporan by system yang dikembangkan UPT TI ini menunjukkan adanya proses kesadaran bahwa dunia kita berubah dan semua pihak harus menyesuaikan diri," kata mantan aktivis mahasiswa ini.

Menurut Taufiq, 16 unit kelembagaan, mulai dari fakultas, pascasarjana, dan MKU telah menunjukkan perubahan signifikan. "Data ini akan terus berkembang seiring masa perkuliahan terus berlangsung. Kami semua optimis dengan sistem yang terus dikembangkan," katanya.

Taufiq menegaskan, kebijakan pelaksanaan pembelajaran berbasis e-learning ini dapat berjalan efektif dan massif karena dilakukan dengan beberapa tahapan strategi pelaksanaan. "Pertama,  diselenggarakan TOT (pelatihan bagi pelatih, red) e-learning yang dilaksanankan di LP3M," katanya.

"Kedua,  pelatihan e-learning di semua fakultas, dan ketiga, kelengkapan panduan e-learning dan template perangkat pembelajaran yang sangat memudahkan. Diharapkan pembelajaran di Universitas Jember dapat optimal memfasilitasi semua dosen untuk transformasi dan interaksi pembelajaran melalui media e-learning yang telah dikembangkan sedemikian rupa," kata Taufiq.

LP3M secara bertahap ingin memastikan perangkat pembelajaran betul-betul dapat dikonstruksi dan dilaksanakan dengan baik oleh dosen. "Pada tataran kebijakan pun kami laksanakan secara bertahap. Saat ini baru tiga dokumen perangkat (kontrak kuliah, silabus, dan RPS). pada ketiga dokumen perangkat tersebut, bisa dimonitor by system," kata Taufiq.

"Evaluasi akan lebih kompleks, tapi dapat kami kerucutkan dalam tataran praktis dalam bentuk audit pembelajaran. Dalam waktu dekat LP3M melakukan koordinasi dan memberikan kewenangan kepada GPM untuk melaksanakannya di fakultas masing-masing, dan selanjutnya, menjadi pijakan bagi evaluasi menyeluruh terhadap pembelajaran yang sudah berjalan," kata Taufiq. [wir/but]

Tag : unej

Komentar

?>