Sabtu, 15 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Ikut UNBK, Siswa Pulau Raas Dipungut Rp 1,5 Juta

Kamis, 22 Februari 2018 01:47:50 WIB
Reporter : Temmy P.
Ikut UNBK, Siswa Pulau Raas Dipungut Rp 1,5 Juta
Simulasi UNBK di salah satu SMP di kecamatan kota Sumenep/foto ilustrasi

Sumenep (beritajatim.com) - Para siswa madrasah di Pulau/Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, dipungut biaya cukup tinggi untuk dapat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Informasinya, biaya yang dibebankan pada siswa madrasah di bawah naungan Kementerian Agama itu mencapai Rp 1,5 juta per siswa.

"Biaya UNBK di Kecamatan Raas memang tidak sama per madrasah. Tapi rata-rata cukup mahal. Ada yang dipungut Rp 600 ribu, ada yang Rp 800 ribu, bahkan ada yang mencapai Rp 1,5 juta per siswa," kata salah satu tokoh pemuda Pulau Raas, Suryadi, Rabu (21/2/2018).

Ia menjelaskan, sesuai penjelasan pihak sekolah, pungutan tersebut untuk kebutuhan perlengkapan UNBK, seperti komputer dan server. Sebab sarana UNBK tidak disiapkan dari pemerintah, sehingga dibebankan kepada masing-masing sekolah. Kemudian sekolah membebankan kepada siswa.

"Artinya sekolah-sekolah di Pulau Raas ini sebenarnya belum siap untuk melaksanakan UNBK, tetapi dipaksakan. Akibatnya memberatkan wali siswa," tegasnya.

Ia mendesak agar Kemenag memberikan kebijakan yang tidak membebani kepada wali siswa, terutama masalah pembiayaan UNBK.

"Seharusnya Kemenag tidak memaksakan sekolah-sekolah untuk menggelar UNBK. Buat apa melaksanakan UNBK, tetapi biaya yang cukup tinggi itu dibebankan ke wali siswa?" keluhnya.

Sementara Kasi Pendma Kemenag Sumenep, Moh. Tawil menjelaskan, tidak ada paksaan kepada madrasah untuk menggelar UNBK. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan ujian nasonal ke masing-masing sekolah, apakah akan melaksanakan UNBK atau UNKP (Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil).

"Jadi kami di Kemenag ini tidak pernah memaksa harus UNBK. Kalau sekolah mau melaksanakan UNBK ya silahkan. UNKP pun silahkan. Bagi sekolah yang mau melaksanakan UNBK, tidak ada juga paksaan untuk minta kepada wali siswa. Kalau wali siswa tidak keberatan dimintai sumbangan untuk biaya UNBK, ya silahkan," terangnya. [tem/suf]

Tag : unbk

Komentar

?>