Selasa, 11 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Aktivis Lingkungan Kirim Sampah Plastik ke Produsen Lewat Pos

Rabu, 21 Februari 2018 13:05:43 WIB
Reporter : Wahyu Hestiningdiah
Aktivis Lingkungan Kirim Sampah Plastik ke Produsen Lewat Pos

Surabaya (beritajatim.com) - Sampah plastik memang menjadi satu masalah yang tak terselesaikan hingga saat ini, tak  heran jika kini aktivis lingkungan gencar mensosialisasikan mengurangi penggunaan kantong plastik.

Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Nol Sampah Surabaya dalam memperingati hari Sampah Nasional (HPSN), pada 21 Februari di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Dalam Aksinya mereka mengimbau kepada masyarakat Surabaya untuk mengurangi penggunaan plastik. Sebab Surabaya sendiri penyumbang sampah 400 ton per hari.

"21 Februari adalah hari peduli sampah nasional yang diperingati untuk mengenang tragedi TPA Luwihgajah di Bandung pada 2005 lalu, dimana 143 org tertimbun tanah. Untuk itu kami meminta kepada produsen untuk bertanggungjawab kepada sampah yang dikeluarkan dan mendaur ulangnya," ujar koordinator aksi, Hermawan Some, Rabu (21/2/2018).

Aksi pengumpulan sampah ini sudah dilakukan terlebih dahulu dari sungai Wonorejo. Dari kegiatan itu, ditemukan 23 merek sampah dan itu semua akan dikembalikan ke produsen masing-masing.

"Mulung sampah plastik dilakukan di sekitar muara sungai Wonorejo Rungkut sepanjang 3,5 Km dan dilakukan selama 2 jam. Hasilnya sampah plastik yang terangkut sebagian besar berupa botol plastik, sedotan, sendok plastik dan plastik kemasan laminasi alminium foil yang berasal dari puluhan merk atau produsen," sambungnya.

Selanjutya sampah plastik tersebut akan dikirimkan ke alamat produsen melalui PT POS Indonesia. Sedangkan sampah plastik yang tidak ada merk atau produsen akan dikirimkan ke Pemerintah Kota Surabaya.

Selain itu, kegiatan ini dilakukan berdasarkan UU 18 tahun 2008 dan PP 81 tahun 2012 tegas diatur bahwa produsen harus bertanggung jawab atas kemasannya (pasal 12-15 PP 81 tahun 2012).

"Sudah saatnya peraturan tersebut diterapkan dan produsen harus menyiapkan diri untuk bertanggung jawab atas kemasannya, dengan cara menggunakan kemasan ramah lingkungan atau bisa didaurulang, memakai kembali kemasannya, mendaur ulang kemasannya dan menarik kembali kemasannya," ucapnya. [way/but]

Tag : lingkungan

Komentar

?>