Kamis, 20 September 2018

Pekerja Anak Akibat Putus Sekolah di Sumenep 393 Orang

Selasa, 20 Februari 2018 23:27:46 WIB
Reporter : Temmy P.
Pekerja Anak Akibat Putus Sekolah di Sumenep 393 Orang
foto/ilustrasi

Sumenep (beritajatim.com) - Dinas Tenaga Kerja Sumenep melansir jumlah pekerja anak di wilayah setempat selama tahun 2017 mencapai 393 orang.

"Mereka terpaksa bekerja membantu orang tuanya setelah putus sekolah. Rentang usianya antara 7-17 tahun," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sumenep, Moh. Fadhillah, Selasa (20/2/2018).
.
Dari 393 pekerja anak tersebut, 202 laki-laki dan 191 perempuan. Mereka tersebar di 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep.

"Para pekerja anak ini tersebar merata hampir di semua Kecamatan di Sumenep, baik di wilayah daratan maupun di kepulauan. Tetapi sebagian besar mereka bukan bekerja sebagai buruh, melainkan hanya bekerja membantu orang tua atau mencari pekerjaan lain yang sifatnya tidak tetap," terangnya.

Ia mengklaim angka pekerja anak tahun 2017 tersebut jauh menurun dibanding hasil pendataan pada 2013. Saat itu jumlah pekerja anak mencapai 3.800 orang.

"Kami telah berupaya keras mengurangi angka anak putus sekolah, dengan kegiatan Pengurangan Pekerja Anak dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH). Dengan program itu, kami berharap anak-anak yang masih usia sekolah, bisa kembali mengenyam pendidikan," ujarnya. [tem/suf]

Tag : sekolah

Komentar

?>