Senin, 19 Februari 2018
Dibutuhkan Wartawan Kriminal di Surabaya, Usia Maks 27 Tahun, S1, Punya Pengalaman, Kirim lamaran ke beritajatim@gmail.com

Adopsi Ruang Simulator Keperawatan, Rektor UMS Studi Banding ke Australia

Rabu, 14 Februari 2018 18:56:33 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Adopsi Ruang Simulator Keperawatan, Rektor UMS Studi Banding ke Australia
Rektor UM Surabaya Sukadiono studi banding ke TAFE Holmesglen Institute, Australia

Surabaya (beritajatim.com) - Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya melakukan studi banding ke TAFE Holmesglen Institute, Australia. Kunjungan yang langsung dipimpin oleh Rektor UM Surabaya itu, bertujuan untuk mencontoh pengembangan fasilitas pembelajaran yaitu Ruang Simulator Keperawatan.

Rektor UM Surabaya Sukadiono saat dihubungi menjelaskan Ruang simulator tersebut terdapat ruang khusus untuk pasien dan ruang untuk mahasiswa melakukan observasi dan evaluasi dalam waktu bersamaan. "Kami tertarik untuk mengembangkan fasilitas semacam ini karena laboratorium yang dapat menggambarkan kondisi riil pasien perlu di bangun di kampus kami. Dan ruang simulator itu memungkinkan mahasiswa menyaksikan secara langsung tindakan medis tanpa diketahui pasien," ungkap Sukadiono, Rabu (14/2/2018). 

Namun, kita juga harus menghitung kemampuan anggaran karena kebutuhan biaya yang diperkirakan mencapai puluhan milyar perlu adanya tutorial pasti yakni dengan cara melakukan kunjungan langsung di negeri kangguru itu.

"Proses itu bisa langsung dilakukan baik melalui video maupun ruang kaca yang terhubung dengan ruang simulasi. Tidak hanya tindakan medis ringan, operasi pasien juga dapat dilakukan dalam ruang simulator ini sesuai dengan kasus yang diharapkan untuk dipelajari," papar mantan Direktur RS Muhammadiyah Surabaya itu.

Selain sarana prasarana, tambah Suko sapaan akrabnya. Kunjungan ke Australia tersebut juga dimanfaatkan Rektor UM Surabaya untuk bekerjasama dalam hal sertifikasi bahasa dan kompetensi bagi lulusan fakultas teknik.

Mr David Saunders Executive Director International Education and Business Develpment mengungkapkan Technical and Further education (TAFE)  yang ada di Australia merupakan lembaga pengelolaan pendidikan vocasional yang dijalankan dengan sinergi bersama industri serta pemerintah.

"Di kampus, mahasiswa diajarkan secara langsung seperti mereka bekerja di Industri. Di akhir masa studi, mereka mendapatkan sertifikasi yang dapat digunakan untuk bekerja. Sertifikat tersebut telah memenuhi standar Australian Qualification Framework (AQF) atau semacam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)," ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam AQF tersebut terdapat 10 level kompetensi diantaraya Certificate 1 - 4, diploma,  advanced diploma, associate degree, bachelor degree, bachelor honours degree, garduate certficate, graduate diploma, masters degree dan doctoral degree. "Program riset yang dijalankan di Holmesglen juga dilakukan sebagai riset kolaborasi antara industri," tutur David.

Selain TAFE Holmesglen, kerjasama juga dilakukan dengan Victoria University bersama dengan 19 Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia. Dalam kerjasama tersebut, sejumlah program disepakati antara lain, pengembangan SDM, riset kolaboratif  dan publikasi internasional. (ito/ted)

Tag : ums

Komentar

?>