Selasa, 16 Oktober 2018

Ridho Terkena Virus Torch, 13 Tahun Tanpa Sentuhan BPJS

Selasa, 13 Februari 2018 14:52:50 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Ridho Terkena Virus Torch, 13 Tahun Tanpa Sentuhan BPJS

Ponorogo (beritajatim.com) - Bahtiar Ridho Pratama (13) terbaring di rumahnya yang tak begitu luas di Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Sesekali Ridho mengalami kejang-kejang .

Kedua orang tuanya, Munawar dan Nur Fuatin hanya bisa memijat telapak kaki anak pertamanya. Sambil mengelus kepala Ridho. Hal itu sudah dialami oleh kedua pasangan itu selama 13 tahun. Ya, tidak ada pilihan lain, keduanya hanya bisa merawat tanpa mengobati anaknya lebih lanjut.

Sang Ibu, Nur Fuatin, mengatakan, semua berjalan normal. Namun, saat hamil dia tinggal di lingkungan yang ramai dengan binatang. "Termasuk unggas dan kucing. Padahal saya tidak suka. Tapi seperti kucing itu selalu mengikuti saya saat tidur," kata Nur mengawali perbincangan dengan beritajatim.com, Selasa (13/2/2018).

Waktu itu, lanjut dia, mengganggap biasa. Namun ternyata, saat anaknya lahir baru ketahuan. "Awalnya saya melihat tangannya ke atas terus. Saya kembalikan kok gitu terus sampai empat kali. Saat itu sebagai ibu gak enak perasaannya," bebernya.

Dia mengaku, dokter memvonis anaknya sakit saraf otak. Namun, penyakit sebenarnya virus Torch. Menurutnya, yang tinggi kadarnya CMV atau Toxoplasma, Rubella, Cytimegalovirus."Itu yang menyebabkan anak saya kejang. Pun terganggu gerak, penglihatan dan geraknya," terang ibu dua orang anak ini.

Dia mengaku, untuk virus Torch nya sudah beberapa kali diobati. Tapi lagi-lagi terbentur biaya. Apalagi, suaminya yang hanya berjualan siomay batagor keliling. "Tapi juga tidak mendapat bantuan BPJS atau kartu Indonesia Sehat (KIS). Sudah sejak anak saya lahir tidak dapat. Saya dan suami juga tidak punya," terangnya.

Untuk berobat, Nur menjelaskan, hanya mengandalkan uang dari hasil penjualan siomay dan batagor keliling. Dia mengaku sekali cek bisa menghabiskan Rp 1 Juta untuk fisioterapi l.

Dia berharap, dengan begini, Ridho bisa mendapat bantuan. Pun orang lain yang juga ekonomi rendah serta tidak mempunyai biaya untuk berobat. [mit/ted]

Komentar

?>