Selasa, 18 September 2018

Dugaan Pencabulan Terhadap Perawat

Polda Segera Umumkan Status Dokter National Hospital

Senin, 05 Februari 2018 18:58:11 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Polda Segera Umumkan Status Dokter National Hospital
Komisaris Besar Polisi Frans Barung Kabid Humas Polda Jatim

Surabaya (beritajatim.com) - Pihak penyidik Polda Jatim terus mengembangkan dugaan pencabulan yang dilakukan dokter R terhadap calon perawat O saat melakukan tes fisik di Rumah Sakit National Hospital beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menyatakan setelah pihaknya memintai keterangan dokter R selama lima jam,  bahwa ada beberapa kecocokan yang disampaikan dokter R dan pelapor O.

"Tapi hal itu tidak bisa kita publikasikan, karena menyangkut sensifitas. Namun ada beberapa hal yang memang adanya kecocokan antara keterangan dokter R dengan apa yang disampaikan oleh O," ujar Frans, Senin (5/2/2018).

Namun pihaknya masih terus menggali keterangan dari pihak manajemen Rumah Sakit terkait SOP dalam pelaksanaan seleksi penerimaan perawat yang ada di Rumah Sakit tersebut.

"Besok kita akan panggil pihak manajemen Rumah Sakit, setelah itu secepatnya akan kita sampaikan status dokter R ini," ujarnya.

Sebelumnya, dokter R memenuhi penggilan penyidik Perlindungan  Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Jatim untuk dimintai keterangan atas dugaan pencabulan yang dilakukan terhadap calon perawat inisial O.

Dengan mengenakan masker, dokter yang bekerja di Rumah Sakit (RS) National Hospital ini diperiksa selama lima jam.

Dokter lulusan Udayana ini didampingi tiga pengacara, di antaranya Sahrul Borman SH. Dalam pemeriksaan, dokter RP disodori 55 pertanyaan terkait prosedur tes kesehatan di Rumah Sakit. 

Usai menjalani pemeriksaan, tak banyak yang ia katakan saat awak media mewancarainya. " Silahkan tanya ke kuasa hukum saya saja," ujar dr RP.

Kuasa hukum dokter RP, Sahrul Borman SH, menjelaskan apa yang dilakukan kliennya sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Dimana kliennya melakukan pemeriksaan sudah sesuai prosedur dan juga mendapat surat untuk memeriksa calon perawat yang akan bekerja di RS National Hospital.

Sahrul Borman juga membantah jika kliennya memasukkan jari tangannya ke kelamin korban. "Memang benar kalau memeriksa bagian luar kelamin saja dan memasukkan jari ke dubur. Itu dilakukan karena ada keluhan keputihan. Tapi mengenakan sarung tangan karet. Nggak boleh memasukkan tangan ke kelamin karena kondisinya masih gadis atau perawan," tandas Sahrul Borman.

Apakah semua calon perawat atau dokter yang akan bekerja di RS National Hospital juga diperiksa seperti itu? "Semua sama ada pemeriksaan kesehatan. Tapi itu dilakukan atas dasar keluhan dari calon pegawai," paparnya.

Apa status dokter RP selama pemeriksaan? "Statusnya masih terperiksa dan kalau suatu saat keterangannya dibutuhkan akan datang lagi," ujar Sahrul Borman. [uci/ted]

Komentar

?>