Minggu, 18 Nopember 2018

Kampung Edukasi Sampah Diapresiasi Bupati Sidoarjo

Sabtu, 03 Februari 2018 06:03:56 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Kampung Edukasi Sampah Diapresiasi Bupati Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah mengapreasiasi warga RT 23/RW 07 Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo yang lebih dikenal sebagai “Kampung Edukasi Sampah” dalam hal pengelolaan sampah di wilayahnya.

Hal itu disampaikan saat pemaparan dan presentasi program Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) Zero Waste Academy 2017-2018 oleh Edi Priyanto, Ketua RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Jumat (2/2/2018).

"Saya sangat senang dengan program yang telah dilaksanakan di Kampung Edukasi Sampah, penanganan sampah oleh masyarakat sudah bagus dan sampah bisa bermanfaat karena menjadi bernilai ekonomis," ujar Abah Ipul, sapaan Saiful Ilah.

H. Saiful Ilah kembali menegaskan bahwa upaya yang dilakukan oleh warga Sekardangan ini harus dicontoh oleh warga Sidoarjo yang lain, dengan mengajak dan melibatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan seperti di pinggir jalan maupun di sungai. "Masyarakat harus terbiasa untuk hidup bersih dan sehat dan itu dimulai dari lingkungannya sendiri-sendiri dan hal itu bisa mencontoh dengan apa yang telah dilakukan di Kampung Edukasi Sampah tersebut," imbaunya.

Turut hadir mendampingi Bupati Sidoarjo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dian Wahyuningsih dan Kepala Dinas Perhubungan, Bahrul Amig yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas DLHK Kabupaten Sidoarjo yang baru dilantik 1 Pebruari 2018 kemarin.

Menjawab pertanyaan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo, soal kiat untuk menjaga konsistensi dan semangat warga Kampung Edukasi Sampah, Edi Priyanto mengatakan bahwa saat ini populasi di wilayahnya mayoritas anak-anak dan remaja yang sedang tumbuh dan membutuhkan tempat serta komunitas yang nyaman dan sehat sekaligus butuh sarana edukasi yang praktis tentang masalah lingkungan.

Hal inilah salah satu yang memotivasi warga sebagai orang tua anak-anak tersebut untuk terus konsisten mengelola sampah bahkan melakukan inovasi dan perbaikan yang berkelanjutan agar menjadi habbit dan kebiasaan bagi anak-anaknya dan hasil pengelolaannya juga bisa lebih berdaya guna.

"Memang secara kasat mata manfaat pengelolaan sampah telah diyakini oleh warganya memiliki segudang manfaat apabila dilakukan pemilahan dan pengolahan secara benar," ujar edi.

Edi mengajak seluruh peserta kompetisi Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) Zero Waste Academy 2017-2018 yang diikuti oleh 18 peserta yang berasal dari 1 Kelurahan dan 17 Desa yang mewakili 18 Kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo, untuk terus bersemangat dan konsisten dalam mengelola sampah dilingkungan desanya.
"Lomba SBH ZWA ini jangan dijadikan seperti halnya tes sumatif, setelah selesai kegiatan maka kegiatan pengolahan sampah juga berakhir, warga harus terus konsisten melakukan penglahan dengan diimbangi sebuah perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement) agar pengelolaan sampah memiliki nilai tambah kepada warga, karena kalau tidak ada nilai manfaatnya maka akan menyebabkan warga ogah untuk melakukannya," kata Edi mengakhiri paparannya.   

Sebelumnya RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo telah merintis kampungnya menjadi sebuah “Kampung Edukasi Sampah” bagi para generasi muda. Saat ini Kampung Edukasi Sampah mulai ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah lain untuk belajar mengelola sampah seperti bagaimana pengolahan sampah rumah tangga menggunakan komposter tong takakura maupun komposter aerob serta pembuatan pupuk cair organik yang juga berasal dari sampah rumah tangga.

Mereka sekaligus dapat berwisata karena di lokasi Kampung Edukasi Sampah tersedia banyak spot tiga dimensi (3D) untuk berfoto ria selfie dan wefie maupun sekedar bermain permainan tradisional tempo dulu seperti aneka engklek, gobak sodor, ular tangga, boi boian, dan permainan lainnya.

Beberapa sekolah juga telah memanfaatkan untuk kegiatan outing siswanya dengan memperkenalkan permainan tradisional tempo dulu sekaligus menjajalnya, kemudian dikenalkan berbagai macam tanaman obat-obatan keluarga beserta manfaatnya serta melihat secara langsung proses pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga.

Permainan tradisional tersebut diyakini juga dapat mengurangi ketergantungan penggunaan gadget pada anak-anak. Di Kampung Edukasi Sampah juga tersedia rumah baca yang berisi buku bacaan anak-anak guna memperluas wawasan disamping tersedia juga permainan wayang anak dan lintasan tamiya yang terbuat dari kardus bekas. [rea/suf]

Tag : lingkungan

Komentar

?>