Selasa, 16 Oktober 2018

Kembar Siam Salma-Sofia Jalani Operasi Pemisahan Selama 4 Jam

Kamis, 01 Februari 2018 02:45:13 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Kembar Siam Salma-Sofia Jalani Operasi Pemisahan Selama 4 Jam

Surabaya (beritajatim.com) - Jalani operasi selama empat jam, bayi kembar siam dempet perut Salma dan Sofia berhasil dipisahkan, di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo Surabaya.

Diketahui operasi pemisahan itu dilakukan tim dokter karena, salah satu bayi mengalami sesak nafas, dan akhirnya dari rapat pleno para dokter pada Selasa (30/1/2018) kemarin diputuskan untuk melakukan tindakan emergency.

Ketua Tim Pembedahan kembar siam RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Poerwadi menyebut operasi kali ini bukanlah operasi yang kecil dikarenakan bayi lahir, sudah mengalami risiko stres. Stres dari rahim ibu ke hidup sendiri. Lalu dari awalnya yang tidak perlu makan minum, kemudian hidup di luar dengan udara seperti ini.

"Bayi ini sakit. Bayi ini ketika lahir berat badannya berisiko dan harus dioperasi. Bayi ini risikonya R pangkat enam. Pangkat enam bisa dikurangi dengan profesionalisme, pengalaman, fasilitas serta doa. Kami bisa memecahkan dalam waktu empat jam," tutur Poerwadi usai melakukan operasi di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT), Rabu (31/1/2018).

Ia mengatakan, operasi emergency ini dilakukan karena terdapat beberapa masalah pada salah satu bayi. Begitu juga saat proses operasi darurat pemisahan timnya juga mengalami kesulitan yakni mencari beberapa organ.

"Tim terlebih dahulu mencari liver yang ada di kedua bayi. Liver dari Salma ada di tempatnya dan bisa dideteksi. Saat Dicari lagi kadung empedu, kadung empedu ada," kata Poerwadi.

Kemudian tim mencari liver Sofia. Liver Sofia ketutup bongkahan usus. Bongkahan itu baru bisa diurai dan dicari hingga akhirnya ketemu.

"Masalahnya setelah bongkahan usus diurai, ada kelainan lain yaitu kandung emppedu sofia telaknya satu garis yang tidak semestinya. Livernya ada di bawah. Selain itu, usus 12 jari dari Sofia dan Salma menyatu," kata dia.

Sementara itu, Kepala tim penanganan bayi kembar siam RSUD Dr Soetomo dr Agus Harianto mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat pleno dari Selasa (30/1) karena salah satu bayi yakni Sofia mengalami sesak nafas. "Tim memutuskan jika dirawat biasa saja dan tidak ada tindakan, bayi akan meninggal," kata dia.

Tim kemudian melakukan diagnosa untuk mengetahui apa yang membuat bayi Sofia mengalami sesak nafas. Setelah itu, lanjut Agus akan dilakukan CT Scan dengan dobel set up.

"Karena bayi ini diposisikan sedikit saja sudah biru. Dipindahkan biru. Oleh karena itu diputuskan melakukan dobel set up. Kalau CT Scan tidak bisa dikerjakan dan bayinya biru, akan langsung naik di meja operasi," katanya.

Dia mengatakan, RSUD Dr Soetomo telah menyiapkan kamar 403-405 untuk operasi dan ada 40 dokter serta perawat dari 117 anggota tim. Namun saat persiapan CT Scan baru dipindah bayinya sudah drop. [ito/suf]

Tag : bayi

Komentar

?>