Kamis, 20 September 2018

Perbedaan SMA Pradita Dirgantara dengan SMA Taruna Nusantara

Selasa, 30 Januari 2018 08:54:49 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Perbedaan SMA Pradita Dirgantara dengan SMA Taruna Nusantara

Magetan (beritajatim.com) - Yayasan TNI AU, Yasarini, memang sudah resmi membuka SMA Pradita Dirgantara di Solo. Sekilas SMA besutan TNI AU tersebut hampir sama dengan SMA Taruna Nusantara.

Namun, keduanya berbeda. Walaupun sama-sama mengklaim sekolah unggulan tingkat SMA di Indonesia. Bedanya, SMA Taruna Nusantara di bawah Kementerian Pertahanan. Tentu saja, sekolahnya semi militer. Dimana siswa dididik baris berbaris dan berbasis militer.

Sementara Sekolah Pradita Dirgantara, walaupun dibawah yayasan TNI AU Yasarini, tidak menerapkan metode sekolah semi militer. Seperti sekolah biasa, namun mempunyai asrama, dengan sistem siswa hanya boleh keluar atau pesiar sepekan sekali. Pun pulang ke rumah, dua pekan sekali.

"SMA Pradita Dirgantara khusus disiapkan untuk semua sekolah lanjutan. Termasuk Akpol, Akmil atau sekolah kedinasan lainnya. Namun bukan untuk sehari-hari," kata Kol Adm Dodi Sumardi, dari TNI AU pusat, kepada beritajatim.com, Selasa (30/1/2018).

Karena, lanjut dia, di dalam sekolahan, ada beberapa kegiatan ekstrakurikuler untuk menunjang keinginan siswa. Nanti siswa bisa memilih, dimana mereka ikut ekstrakulikuler.

Kol Adm Dodi mengatakan, sistem SMA Pradita Nusantara tetap 24 jam. Bangun pagi dan maksimal jam 21.00 WIB untuk ekstra bahasa. "Jam 22.00 WIB, siswa harus sudah istirahat. Tidak ada namanya begadang karena kegiatan," bebernya.

Dia mengatakan, untuk tahun pertama disediakan 150 kursi. Bagi yang beruntung masuk ke SMA Pradita Dirgantara, semua gratis dari masuk hingga lulus.

"Khusus angkatan pertama saja yang gratis. Untuk selanjutnya masuk pendaftaran saja mulai Rp 35-40 juta. Belum lagi biaya per semesternya Rp 3.5 juta," terangnya.

Sementara, Doktor Triyanto dari UNS yang juga pecetus SMA Pradita Dirgantara mengatakan, SMA Pradita Dirgantara melakukan sistem SKS (Sistem Kredit Semester). Pun siswa bisa lulus dalam 2 tahun.

"Jika cerdasnya luar biasa siswa bisa lulus 2 tahun. Namun jika cerdas istimewa bisa 2,5 tahun. Pun jika hanya siswa biasa lulus 3 tahun," katanya.

Dia mengaku, jika memang sudah menyelesaikan sekolah dalam dua tahun, siswa dapat langsung UAN (Ujian Akhir Nasional). Tapi yang menyelesaikan 2,5 tahun, mengikuti UAN di tahun berikutnya.

"Tapi enam bulan nanti jangan salah, mereka akan dibekali sesuai keinginannya. Waktu tidak akan terbuang sia-sia," terangnya. [mit/suf]

Tag : sekolah

Komentar

?>