Jum'at, 23 Februari 2018

Dua Kasus Rumah Sakit, IDI Jatim: Kami Belum Terima Laporan Resmi

Senin, 29 Januari 2018 23:07:32 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Dua Kasus Rumah Sakit, IDI Jatim: Kami Belum Terima Laporan Resmi

Surabaya (beritajatim.com) - Meski telah mendengar dan membaca kabar kasus yang terjadi di lingkupnya, namun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim belum menerima laporan secara resmi terkait hal itu.

Diketahui, kasus yang dimaksud adalah dugaan pelecehan seksual pasien di National Hospital dan penelantaran pasien di RS Siti Khadijah Sidoarjo.

Ketua Umum IDI Jatim, dr Poernomo Budi Setiawan Sp.PD.KGEH.FINASIM di kantor IDI Jatim, Senin (29/1/2018) mengatakan bahwa lembaganya belum menerima laporan resmi, baik dari korban maupun pihak rumah sakit.

"Kami sudah tahu hal itu dari media, tapi kami belum mendapat permintaan dari pihak berwajib untuk dimintai klarifikasi," jelas dr Poernomo saat didampingi dr Agus Harjanto.

Poernomo yang juga sebagai Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan IDI Jatim mengakui, meski dua kasus di dua rumah sakit itu menyangkut IDI Jatim, tapi karena belum adanya laporan pihaknya secara otomatis belum bertindak.

"Kalau ada laporan, maka akan kami tanggapi dan dalami. Karena ini soal etika profesi, melanggar atau tidak. Pelanggaran dokter itu soal etika profesi, disiplin ilmu dan pelanggaran hukum," jelas Poernomo.

Ia menambahkan, guna melihat seberapa jauh seorang dokter itu melakukan pelanggaran, maka pihaknya juga akan mendalami apakah seorang dokter itu memang melakukan pelanggaran etika profesi atau tidak.

"Jika melakukan pelanggaran hukum, biasanya pihak perwajib bekerjasama dengan IDI ikut mendalami. Tapi kami juga akan melihat apakah pelanggaran itu menyangkut pelasanaan profesi. Apakah sudah melaksanakan protokol yang baik kepada suatu tugas kesehatan atau profesinya," pungkasnya. [ito/suf]

Komentar

?>