Jum'at, 17 Agustus 2018

Atasi Masalah Teknologi, Poliwangi Gandeng Pusan National University

Rabu, 24 Januari 2018 07:48:08 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Atasi Masalah Teknologi, Poliwangi Gandeng Pusan National University

Banyuwangi (beritajatim.com) - Politeknik Negeri Banyuwangi kembali bersineri dengan universitas asing dalam urusan pengembangan ilmu. Kali ini, Pusan National University nampak bersanding dengan perguruan tinggi negeri pertama di Bumi Blambangan ini.

Bentuk kerjasama yang nantinya akan ditelurkan yakni memecahkan masalah teknologi di Banyuwangi. Namun, akan lebih menitikberatkan sentuhan langsung ke masyarakat. Misalnya, melakukan penelusuran ke para pelaku UMKM di berbagai desa di Banyuwangi.

"Poliwangi bisa menjadi tuan rumah bagi kegiatan pengabdian masyarakat semacam Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mahasiswa. Mahasiswa nantinya bisa diajak beliau untuk pengabdian masyarakat di pedesaan, menerapkan teknologi yang dipelajari untuk menyelesaikan masalah di masyarakat," jelas Direktur Poliwangi, Son Kuswadi, Rabu (24/1/2018).

Langkah awal, kata Son Kuswadi, pihak Pusan National University akan melakukan peninjauan ke berbagai sentra industri ekonomi kerakyatan di Bumi Blambangan. Mereka akan mengamati berbagai hal yang bisa menjadi bahan untuk nantinya dapat dipecahkan bersama.

"Baru, selanjutnya mereka akan mengajak sejumlah mahasiswa untuk melakukan pengamatan dan pemecahan masalah bersama. Ada sekitar 40 hingga 100 mahasiswa dari berbagai negara juga akan hadir ke sini," katanya.

Sementara itu, perwakilan dari Pusan National University, Prof. Young Bong Seo mengatakan, kerjasama semacam ini telah mereka lakukan sebelumnya pada perguruan tinggi lain di Indonesia. Misalnya, PNB di Bali, Pens Surabaya, Telkom Bandung, dan Airlangga Surabaya, serta di Johor Baru, Malaysia.

"Kami kesini punya tujuan untuk memberikan sentuhan skill dan memecahkan masalah teknologi bagi masyarakat di daerah. Seperti pada product home industry, kita nanti mencari masalah mereka dimana, memberikan gagasan, desain prosesnya, dan membuat solusi untuk meningkatkan produknya," ungkap Young Bong Seo.

Tentunya, pihak Pusan National University nantinya akan memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa dalam proyek ini. Selain, mereka juga ingin mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, terutama dari
Poliwangi ini.

Momen ini tentunya menjadi peluang berharga bagi pelaku UMKM di Banyuwangi. Pasalnya, selain secara langsung dapat dikenalkan, mereka juga dapat memberikan transfer ilmu dan pengembangan berbagai hal lain untuk meningkatkan produk UMKM setempat.

"70 persen produk kita ini sebenarnya memilki kualitas ekspor, tapi sayang masih menggantungkan pasar dari luar, terutama di Bali. Misalnya, handicraft berupa kerajinan dari bambu, kayu, dan produk dari bahan metal," terang Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi, Alif Rachman Kartiono.

Tiap tahun, kata Alif, Diskop UMKM Banyuwangi memiliki target menumbuhkan wirausaha baru. Termasuk membentuk para enterprenuer di kalangan anak muda, bahkan merambah di dunia pesantren.

"Langkah kita, para wirausaha yang eksisting, kita latih agar bisa meningkat kualitasnya. Akan tetapi, dengan kerjasama ini, kita sangat ingin para wirausaha dan pelaku UMKM di berbagai daerah juga bisa menimba ilmu dan memecahkan masalahnya," pungkasnya. [rin/suf]

Tag : poliwangi

Komentar

?>