Kamis, 24 Mei 2018

Akademisi Ajak Kaum Santri Bijak Gunakan Media Sosial

Selasa, 23 Januari 2018 23:40:09 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Akademisi Ajak Kaum Santri Bijak Gunakan Media Sosial

Pamekasan (beritajatim.com) - Salah satu akademisi asal UIN Sunan Ampel Surabaya Hanun Asrohah mengajak para santri, khususnya santri putri agar selalu waspada dan berhati-hati menerapkan kemajuan teknologi, tidak terkecuali dalam menggunakan jejaring media sosial (medsos).

Sebab dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan teknologi tidak hanya didominasi oleh satu kalangan tertentu. Apakagi saat ini teknologi juga sudah mulai menjadi 'candu' bagi banyak kalangan, tidak terkecuali bagi kaum santri. Sehingga dibutuhkan sikap positif dalam menggunakan teknologi.

Hal itu disampaikan di hadapan ratusan santri dalam program Pekan Ngaji 3 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. Dalam kesempatan itu, alumnus Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang mengupas tuntas materi yang mengangkat tema 'Urgensi Media Sosial Bagi Santriwati' dalam program Ngaji Medsos.

"Awalnya saat pertama kali menerima undangan dari pondok ini (Bata-Bata), kami merasa agak aneh. Sebab dilihat dari kata 'Ngaji' dan 'Media Sosial' merupakan dua hal yang sangat bertentangan, tapi masih ada kemungkinan untuk disatukan," kata Hanun Asrohah, Selasa (23/1/2018).

Namun dalam materi tersebut, ia lebih menitik beratkan terhadap persoalan penggunaan medsos yang sudah mulai memberikan pengaruh signifikan dalam berbagai elemen kehidupan. "Dalam aspek ini kita akan mengupas dampak berupa plus minus dari media sosial, bagaimana cara penggunakan yang efektif sampai persoalan hikayat generasi zaman yang berkelut dalam perkembangan teknologi," ungkapnya.

"Apa sebenarnya media sosial, bagaimana memanage hidup erat maupun keitannya dengan kehidupan teknologi. Para santri harus benar-benar siap menjadi pejuang dan bukan pejuang yang ingin berjuang. Artinya fitrah kita sebagai manusia harus melakukan sesuatu dengan ikhlas, bukan untuk tujuan yang lain," jelasnya.

Dari itu, pihaknya mengajak para santri agar berhati-hati dan selalu waspada dalam menggunakan jejaring medsos agar terhindar dari kebergantungan. "Namun hal itu semua tergantung dari individu masing-masing, tapi kita tetap wajib berhati-hati," imbuhnya.

"Guna menghindari dari ketergantungan terhadap media sosial, sangat dibutuhkan pengawasan dari seluruh elemen pribadi masing-masing, tidak terkecuali orang tua ataupun orang-orang terdekat. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari dan tidak terjadi," pungkasnya. [pin/suf]

Komentar

?>