Kamis, 24 Mei 2018

Siswa Korea Belajar Gamelan di Gedung Cak Durasim

Selasa, 23 Januari 2018 21:01:54 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Siswa Korea Belajar Gamelan di Gedung Cak Durasim

Surabaya (beritajatim.com) - Suasana berbeda tampak di gedung kesenian Cak Durasim, jalan Genteng Kali Surabaya. Sekelompok remaja bermata sipit berkulit putih identik dengan ciri fisik orang Korea itu, berusaha memainkan seperangkat gamelan lengkap dengan mengenakan blangkon dan baju trandisional Jawa.

Bahkan, lantunan musik itu sedikit sempurna diiringi beberapa alat musik Samuloi khas Korea Selatan, yang dimainkan oleh pemuda asli Indonesia.

Ternyata kedua kelompok pemain musik itu adalah para pelajar dari Daejon Jounior School Busan Korea Selatan yang sedang mengikuti pertukaran pelajar saat berkegiatan pelajaran diluar kelas.

Humas SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya, Selasa (23/1/2018) mengungkapkan yang berpakaian khas jawa itu Korea, sedangkan yang mengenakan hanbok khas Korea dan sedang memainkan alat musik tradisional Korea Samuloi adalah siswanya.

"Kami sengaja mengajak para siswa Daejon Jounior School, Busan, Korea Selatan itu untuk berlatih musik asli Indonesia, dan kegiatan ini kita namakan Perkusi silang budaya bertajuk “Harmoni Indonesia – Korea Selatan” adalah bagian dari pembelajaran luar kelas yang diikuti para siswa pertukaran pelajar," terang Syafi.

Ia mengungkapkan, pertukaran pelajar antara SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya dengan sekolah yang berada di ibukota Korsel itu sudah berjalan sejak   tahun 2012, dan yang bertujuan untuk saling mengenalkan budaya.

"Kedatangan 15 siswa plus 2 guru Korea Selatan untuk belajar selama seminggu di Surabaya, Selama di Surabaya merkea akan tinggal di rumah siswa sister schoolnya. Dan setiap kunjungan delegasi sister school asal Korea harus dikenalkan pengetahuan seputar Surabaya dan Indonesia yang harus berbeda tiap tahunnya," terangnya.

Ia menambahkan, Khusus tahun 2018 pelajar Korea akan dikenal tentang alat musik tradisional Jawa, seperangkat alat musik gamelan.

Sementara itu, Cha Dahyun, siswa Daejeo Middle School Busan Metropolitan City Republic of Korea mengatakan dirinya baru pertamakalinya memainkan instrumen tradisional Indonesia menggunakan gamelan.

"Baru pertama, sempat kesulitan dan tadi sudah latihan selama dua jam. Nada yang dikeluarkan gamelan sangat khas dan belum saya dengarkan di negara saya," terang Cha. [ito/but]

Komentar

?>