Selasa, 19 Juni 2018

DAK Puluhan Miliar Rupiah, Fisik Selolah di Kabupaten Malang Memprihatinkan

Selasa, 23 Januari 2018 17:58:12 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
DAK Puluhan Miliar Rupiah, Fisik Selolah di Kabupaten Malang Memprihatinkan

Malang (beritajatim.com) - Gelontoran dana pendidikan yang cukup besar di wilayah Kabupaten Malang, nampaknya belum menjamin kualitas fisik gedung sekolah di tempat ini menjadi lebih baik.

Faktanya, sebuah gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sidorejo, di Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, justru memprihatinkan.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Malang, Hadi Mustofa saat melihat langsung kondisi sekolah tersebut, sangat menyayangkan. Dari lima ruang kelas, tiga kelas rusak dan terancam roboh sewaktu-waktu.

Atap gedung sekolah juga melengkung. "Kami sangat menyayangkan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang yang kurang serius dalam melakukan perbaikan gedung sekolah yang saat ini mengalami kerusakan. Kami menduga ada ketidak beresan pada oknum Dindik dalam memetakan  untuk  membangun gedung sekolah," ungkap Hadi Mustofa, Selasa (23/1/2018) usai meninjau fisik sekolah.

Menurutnya, oknum Dindik yang selama ini bertanggungjawab dalam memetakan bangunan sekolah, harus paham. Selain adanya ketidakberesan dalam memetakan bangunan gedung sekolah, khususnya gedung SDN, mereka juga tidak bisa menerjemahkan visi misi Bupati Malang dan Wakil Bupati Malang. Sehingga masih banyak sekolah rusak di wilayah Kabupaten.

"Pembangunan gedung sekolah di Kabupaten Malang ini, tidak adil dan tidak merata. Ironisnya lagi, bangunan sekolah yang kondisinya masih bagus mendapatkan anggaran untuk perbaikan. Dan sebaliknya, gedung sekolah yang kondisinya rusak dan urgen untuk dilakukan perbaikan, tidak mendapatkan anggaran," beber Mustofa.

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Malang ini juga mempertanyakan, apakah perbaikan sekolah di SDN 1 Sidorejo tersebut harus menunggu korban jiwa dulu, lalu dilakukan perbaikan. Sebab, atap bangunan sekolah itu mulai melengkung sudah berjalan empat tahun terakhir ini, sehingga rawan roboh. Agar tidak roboh, guru dan wali murid terpaksa menyangga kayu pada sisi bangunan atap sekolah.

Sementara itu, Koordinator Badan Pekerja ProDesa Kabupaten Malang Ahmad Kusaeri, turut geram atas tidak meratanya pembangunan fisik sekolah di desa-desa. Ia beranggapan, Dindik Kabupaten Malang tidak serius dalam melakukan perbaikan gedung sekolah yang saat ini mengalami kerusakan. Padahal, pada tahun 2017, Dindik Kabupaten Malang telah mendapatkan pagu belanja langsung sebesar Rp 221,8 miliar, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 22 miliar.

"Lalu dikemanakan anggaran perbaikan gedung sekolah sebesar itu? Sementara masih banyak gedung sekolah di wilayah Kabupaten Malang yang saat ini mengalami kerusakan. Ini bukti bahwa Dindik Kabupaten Malang belum mampu mengimplementasikan visi misi Madep Manteb Manetap yang dibuat Bupati Malang," tegasnya.

Mas Kus sapaan akrabnya menambahkan, dirinya curiga bahwa kerusakan gedung sekolah tidak hanya di SDN 1 Sidorejo saja, tapi juga terdapat di wilayah lain, terutama pada daerah pegunungan dan peisir. Sehingga, ProDesa  mendesak Bupati Malang Rendra Kresna, untuk secepatnya memerintahkan Dindik agar  melakukan perbaikan pada bangunan sekolah yang rusak.

“Kami mendesak pemerintah daerah segera memperbaiki sekolah rusak itu, jangan sampai menunggu ambruk dan menelan korban baru bertindak,” pungkasnya. [yog/but]

Tag : sekolah

Komentar

?>