Minggu, 18 Februari 2018
Dibutuhkan Wartawan Kriminal di Surabaya, Usia Maks 27 Tahun, S1, Punya Pengalaman, Kirim lamaran ke beritajatim@gmail.com

Jatim Masuk Zona Merah Difteri

Senin, 22 Januari 2018 23:19:47 WIB
Reporter : Zamachsari
Jatim Masuk Zona Merah Difteri
foto/ilustrasi

Sampang (beritajatim.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sepertinya serius menangani wabah penyakit difteri. Terbukti, Senin (22/1/2018), Sekda Provinsi Jatim Akh Sukardi bersama tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengunjungi Kabupaten Sampang, guna melakukan sosialisasi Outbreak Response Immunization (ORI) atau satu upaya penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sukardi mengatakan, temuan kasus difteri di Jawa Timur, sudah masuk zona Kejadian Luar Biasa (KLB). "Maka kami sangat serius melakukan pencegahan penyakit difteri. Karena, penderita penyakit difteri terbanyak se-Indonesia adalah Provinsi Jatim," jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, biaya pengobatan penyakit difteri sangat mahal. Lebih baik mencegah daripada mengobati. "Oleh karenanya, lebih baik kita cegah penyakit itu dengan cara immunisasi," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Muhammad Subuh menyebutkan, dari 95 kabupaten-kota melaporkan kasus difteri, yang terparah Jawa Timur, kedua Jabodetabek, dan Tangerang Banten.

Dikatakannya, kriteria kejadian luar biasa ialah satu kasus difteri ditemukan di suatu wilayah maka dikatakan KLB. Difteri mudah menyerang kesehatan anak usia 1-5 dan 6- 19 tahun. "Upaya mencegahnya harus dilakukan dengan cara imunisasi yang perlu melibatkan Kepala Desa, Polisi, TNI dan Tokoh Agama," tandasnya. [sar/suf]

Tag : difteri

Komentar

?>