Kamis, 24 Mei 2018

ITS Tegaskan Tak Pernah Gelar Seminar Ini

Selasa, 16 Januari 2018 23:43:09 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
ITS Tegaskan Tak Pernah Gelar Seminar Ini

Surabaya (beritajatim.com) - Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2018 secara resmi diluncurkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pekan lalu.

Biasanya seleksi semacam itu akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengais keuntungan. Misalnya, dengan menjanjikan bisa masuk perguruan tinggi negeri terbaik dengan mudah cuma membayar beberapa mahar untuk memuluskannya.

Terlebih beberapa waktu lalu telah tersebar edaran di sejumlah media sosial tentang seminar nasional kiat sukses menembus SNMPTN & SBMPTN dengan menghadirkan narasumber bernama Dr Setyadi Widyawawan ST MT yang mengaku sebagai dosen dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Terkait hal tersebut, institut terbaik yang ada di kota pahlawan ini mencoba mengklarifikasi, sekaligus mengingatkan kepada calon pendaftar atau lulusan SMA-SMK yang akan meneruskan pendidikan di perguruan tinggi.

Wakil Rektor III ITS, Prof Ir Arif Djunaidy MSc menegaskan bahwa yang bersangkutan tidak pernah tercatat sebagai dosen di lingkungan ITS. Setelah ditelusuri di database kepegawaian, tidak ditemukan nama tersebut yang menerangkan sebagai dosen ITS.

"Kami tegaskan, atas nama itu (Dr Setyadi Widyawawan, ST MT, red) bukan pegawai, dosen tetap non tetap, ataupun dosen luar biasa atau dosen tamu di perguruan kami. Kami juga sudah mengecek di databasenya," tegas Prof Ir Arif Djunaidy, Selasa (16/1/2018).

Wakil rektor yang membidangi SDM, Organisasi dan Teknologi Sistem Informasi, itu juga menegaskan pada database alumni yang dimilikinya, nama tersebut juga tidak tercantum.

"Setelah mendengar kabar tersebut, penelusuran kami tidak berhenti. Bahkan kami juga mencari di database alumni ITS. Di database alumni pun, juga tidak ditemukan data jika pernah kuliah di ITS,” ujarnya.

Ia mangatakan, jika kabar burung itu tidak segera diklarifikasi, maka dikhawatirkan akan banyak korban yang terbujuk. "Karena awalnya menyangkut ITS, maka dikhawatirkan bila benar bisa mencoreng nama kampus. Kami tegaskan pria itu bukan dosen, mahasiswa ataupun lulusan ITS," terangnya.

Selain mengaku sebagai dosen ITS, dalam flyer yang diedarkan tesebut, juga menyebutkan yang bersangkutan sebagai panitia SNMPTN 2017 untuk pengolahan data primer dan juga sebagai manajer akademik lembaga bimbingan belajar Primagama di Jogjakarta.

"Di kepanitiaan pusat SNMPTN & SBMPTN pun tidak nama yang bersangkutan tercatat sebagai anggota panitia," tutur Arif yang kebetulan juga didapuk sebagai panitia SNMPTN & SBMPTN 2018.

Apalagi, menurut Arif, di susunan kepanitiaan SNMPTN & SBMPTN tidak pernah ada bagian yang melakukan pengolahan data primer seperti yang disebutkan oleh oknum yang bersangkutan tersebut.

"Tidak pernah ada bagian pengolahan data primer seperti itu di panitia SNMPTN & SBMPTN," tukasnya. [ito/suf]

Tag : its

Komentar

?>