Kamis, 21 Juni 2018

ITS Sumbangkan Pemurni Air ke Industri Pempek

Senin, 15 Januari 2018 20:23:56 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
ITS Sumbangkan Pemurni Air ke Industri Pempek

Surabaya (beritajatim.com) - Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyumbangkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kepada industri makanan asli Palembang Pempek yang beradad di daerah Medayu Utara, Surabaya.

Ketua tim laboratorium Remidiasi Lingkungan ITS Ipung Fitri Purwanti ST, saat penyerahan bantuan daerah, Senin (15/1/2018), menuturkan bahwa bantuan IPAL ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang didanai dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) di tahun 2017 lalu.

”Penyerahan IPAL ini juga bekerja sama dengan pihak Kecamatan Rungkut, dan akhirnya merekomendasikan bantuan diarahkan ke industri makanan tersebut,” tutur Ipung.

Doktor lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia ini, mengatakan secara teknis setelah penyerahan pihaknya akan selaku ikut mengontrol pasalnya kurang dari 150 kilogram ikan tengiri setiap harinya diproses untuk di rumah produksi ini.

"Jika tidak ada pengontrolan kemungkinan besar limbah cair yang dihasilkan tiap harinya tidak dapat di proses dengan baik, karena limbah juga berbau dan berwarna keruh ini, sangat berbahaya jika dibuang langsung ke lingkungan," paparnya.

Ia menambahkan, sebelumnya pihaknya juga telah mengambil contoh air limbah melakukan analisa terhadap air limbah tersebut. "Hasil analisanya menunjukkan bahwa terdapat kadar zat organik, nitrogen, fosfor, minyak, lemak serta padatan terlarut yang tinggi. Jika tidak dapat menyebabkan tumbuhnya eceng gondok di sungai secara berlebih. Jadi perlu diberikan solusi untuk mengatasi itu” jelasnya.

Ipung memaparkan, pengolahan limbah air dimulai dari bak kontrol yang berguna untuk mengatur banyaknya limbah yang masuk. Bahan sisa tersebut kemudian melewati grease trap (bak penangkap lemak) untuk memisahkan minyak dan lemak. “Proses selanjutnya adalah pemisahan padatan pada bak pengendap untuk mengurangi beban zat organik. Proses ini dilakukan secara manual,” imbuhnya.

Limbah sisa pembuatan pempek kemudian dimasukkan ke dalam tangki yang berisi bakteri EM16. Bakteri ini berguna untuk mereduksi kandungan zat organik dalam limbah. "Setelah reduksi kandungan zat organik, air limbah kemudian dialirkan pada pipa paralon yang bermuara pada tumbuhan tyfa atau Scirpus grossus. Tanaman ini mampu mengurangi kandungan nitrogen dan fosfor. Sehingga limbah yang ada sudah bisa dibuang secara aman,” tuturnya.

Ipung berharap agar kerjasama ini tidak hanya sampai di sini. Departemen Teknik Lingkungan ITS menyatakan siap untuk memantau IPAL tersebut. Selama tiga bulan ke depan, dengan melakukan peninjauan mutu airnya. [ito/but]

Tag : its

Komentar

?>