Senin, 18 Juni 2018

Guru Honorer Jadi Ban Serep Krisis Pengajar di Jember

Jum'at, 12 Januari 2018 17:35:26 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Guru Honorer Jadi Ban Serep Krisis Pengajar di Jember

Jember (beritajatim.com) - Guru tidak tetap (GTT) atau guru honorer bisa menjadi juru selamat di tengah krisis jumlah guru di beberapa sekolah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyusul mutasi guru PNS oleh pemerintah daerah setempat dengan mempertimbangkan lokasi domisili.

"Inilah kondisi nyata. GTT ini adalah ban serep yang luar biasa dibutuhkan. Kalau tidak ada ban serep itu, saya yakin sekolah-sekolah yang kekurangan guru tidak bisa melakukan proses pembelajaran dengan baik," kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jember Supriyono.

Ada salah satu SD negeri yang hanya memiliki seorang kepala sekolah dan seorang guru yang berstatus pegawai negeri sipil. "Jumlah muridnya 90 orang," kata Supriyono. Ada juga SD negeri lain yang hanya punya dua pengajar PNS, yang harus mengajar 76 orang siswa. Kondisi ini menjadi perhatian PGRI, karena dalam waktu dekat para siswa akan menghadapi ujian nasional.

Menurut Supriyono, jika sekolah tidak bisa melaksanakan proses belajar-mengajar dengan baik karena minimnya jumlah guru, maka target kurikulum bisa tercapai. "Saya yakin tidak tercapai. Apalagi ini menjelang ujian nasional. Standar kompetensi kan sudah ditentukan juga. Tatkala tidak tercapai, kan kita gagal juga dalam penyelenggaraan pendidikan," katanya.

Supriyono mengatakan, kewenangan mutasi PNS ada pada bupati. "Namun mutasi harus ada mapping (pemetaan)-nya. Tidak bisa memindah guru dengan serta-merta, tergesa-gesa, karena akan ada persoalan. Kami meminta kepada pemerintah daerah agar segera dicarikan solusi. Jangan sampai ini berkepanjangan. Ujian nasional semakin dekat. Kalau problen-problem di sekolah tidak diselesaikan, sekolah-sekolah itu tidak bisa mengikuti ujian nasional dengan baik," katanya. [wir/suf]

Tag : guru

Komentar

?>