Selasa, 18 September 2018

Mahasiswa Unair Juarai Lomba Desain Logo Asean+Unet

Jum'at, 12 Januari 2018 01:07:51 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Mahasiswa Unair Juarai Lomba Desain Logo Asean+Unet

Surabaya (beritajatim.com) - Adi Wisnu Nugroho, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya patut dibanggakan oleh kampusnya. Pasalnya, ia berprestasi dalam bidang non-akademik tingkat internasional yakni berhasil meraih juara lomba desain logo ASEAN+3 University Network (ASEAN+3 UNet).

Menurutnya, ketika mendengar bahwa dirinya memperoleh penghargaan tersebut sempat tidak percaya. Sebab, lomba tersebut sudah cukup lama, dan dirinya nyaris lupa kalau pernah mengikuti lomba bergengsi itu.

"Pada awalnya, saya kira nggak menang. Apalagi, jarak pengumpulan dan pengumuman menang cukup jauh, dari Juni 2017-Januari 2018. Hampir terlupakan. Lalu, tiba-tiba saya dapat info menang," terang Wisnu, Kamis (11/1/2018).

Mahasiswa prodi Manajemen itu mengakui kalau mengikuti lomba bertajuk The ASEAN+3 UNet Logo Design Competition itu hanya mengisi waktu luang. Bahkan, infonya hanya didapatkan dari akun medsos Line Unair.

"Dengan dibantu beberapa teman, akhirnya saya mengirim sepuluh logo untuk diikutsertakan dalam lomba tersebut. Dari sepuluh desain logo itu, memang ada satu yang menurutnya paling dijagokan," ungkap Wisnu.

Proses ide desain, tambahnya, memang dibuatnya dengan cara yang lumayan panjang yakni melakukan riset logo-logo yang sedang ngetren dan banyak dipakai institusi pendidikan. Selanjutnya, mahasiswa angkatan  2014 itu menggabungkan warna bendera tiga negara ASEAN+3 Unet, yakni Cina, Jepang, dan Korea.

"Saya mengambil warna dari masing-masing bendera negara, kuning untuk Cina, biru untuk Korea, dan merah untuk Jepang," ucap Wisnu.

Wisnu mengakui, sebelum itu dirinya belum pernah mengikuti event serupa. Namun, ia memang memiliki skill desain yang hanya dipakai dalam keikutsertaan kepanitiaan atau kegiatan organisasi di kampus.

"Lomba ini saya mendapatkan menghargaan berupa uang tunai senilai US 800 (delapan ratus dolar) dan sertifikat pengakuan dari ASEAN+3 Unet," tandasnya. [ito/suf]

Tag : unair

Komentar

?>