Jum'at, 22 Juni 2018

Hari ke-3 Pasca Kelahiran

Bayi Kembar Siam Salma dan Sovia Membaik

Kamis, 11 Januari 2018 02:08:57 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Bayi Kembar Siam Salma dan Sovia Membaik

Surabaya (beritajatim.com) -  Ketua Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu RSUD Dr Soetomo, dr. Agus Harianto SpA(K)  menyatakan pasca kelahirannya di hari ketiga, bayi kembar siam dempet perut (omphalopagus) bernama Salma dan Sovia yang lahir di RSUD dr Soetomo dalam keadaan stabil.

"Alhamdulillah kedua bayi sudah bisa kencing dan berak yang menandakan saluran pencernaannya bagus. Begitu juga dengan reflek menghisapnya mulai aktif. Masing-masing bayi sekali minum bisa habis tiga sesi," ungkap Agus saat dikonfirmasi, Rabu (10/1/2018).

Dalam memantau perkembangannya bayi yang dilahirkan sesecara prematur yaitu sekitar 37 dan 38 minggu itu, tim dokter telah melakukan eco ulangan perkembangan jantungnya. Pasalnya, kedua bayi dengan berat badan 4.395 gram itu masih mempunyai kecenderungan belum sempurnanya katup jatung.

"Dari pemeriksaan lanjutan, Patent Ductus Arteriosus (PDA) sudah menutup, begitu juga dengan suhu tubuh juga masih normal yakni pada suhu 36,7 derajat celcius," terangnya.

Selain kelainan omphalopagus, tambahnya, terdapat kelainanan yakni kebengkokan tulang belakang pada bayi hingga menyerupai huruf C (Hiperlordosis lumbal).

"Tindakan awal kami sebelum menjalani operasi pemisahan, keduanya akan diobservasi pada 10 hari awal. Yakni melakukan pengecekan kestabilan kondisi tubuh melalui babygram atau foto rontgen pada keseluruhan organ bayi," ungkapnya.

Ditanya kapan operasi pemisahan kedua bayi, Dia menjelaskan, akan dilakukan ketika berat bayi sudah mencapai 10 kilogram dan kedua bayi dalam keadaan sehat.

"Kenapa operasi dilakukan pada usia 10 minggu? Karena dalam batas 10 minggu itu bayi sudah besar. Kemudian berat badan sudah cukup. Stres terhadap anastesi dan lebih kuat menghadapi saat dilakukan operasi," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa operasi darurat setiap saat dapat dilakukan pada bayi tersebut dengan catatan apabila bayi pecah atau robek omphalokel, kemudian usus terburai keluar atau jantung payah akan kami lakukan untuk menyelamatkan keduanya. "Kami siaga 24 jam untuk mengawal pasien kembar siam Salma dan Sovia," katanya. [ito/suf]

Tag : bayi

Komentar

?>