Minggu, 23 September 2018

FK Unair Datangkan 20 Profesor Tamu dari Manca Negara

Rabu, 10 Januari 2018 02:40:29 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
FK Unair Datangkan 20 Profesor Tamu dari Manca Negara
Profesor tamu dari manca negara di FK Unair. [Foto: Tito/bj.com]

Surabaya (beritajatim.com)--Sebanyak 20 profesor tamu dari berbagai kampus ternama dari seluruh dunia akan didatangkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) di tahun 2018 ini.

Tujuan dari program yang diberi nama visiting profesor itu, untuk meningkatkan jumlah riset dan publikasi internasional bagi kalangan dokter dan staf pengajar di FK Unair.

Dekan FK Unair, Prof. Dr. dr. Soetojo, SpU (K), di sela acara inagurasi dua visiting professor dari Jepang dan Belgia di aula FK Unair, Selasa (9/1/2018), mengatakan visiting professor di awal tahun ini, tidak lain untuk menghadapi era globalisasi.

Selain itu, katanya, sepanjang tahun 2017 kemarin pihaknya juga telah mendatangkan sembilan profesor di antaranya urologi, penyakit dalam, bedah syaraf, spesialis anak dan kandungan.

“Sebenarnya visit profesor ini targetnya bertotal 25, tapi bertahap. Sampai akhir 2018 nanti, semoga sebanyak 20 visiting profesor ini dapat didatangkan. Dan untuk menggapai target keseluruhan, semoga kita bisa mendatangkan semua spesialis di tahun 2020,” ujar Prof. Soetojo.

Saat ini pihaknya mendatangkan dua profesor asal Belgia, Dirk.Jan Maria Karine De Ridder dan Prof. Shigeo Horie dari Jepang.

Prof. Soetojo mengatakan, dipilihnya dua ahli bidang urologi ini karena keduanya berasal dari kampus yang teregistrasi dan terindeks tinggi. Keduanya sudah membuat lebih dari 150 jurnal internasional.

“Keduanya bukan hanya ahli urologi, tapi scientist dengan jurnal-jurnal internasionalnya. Juga aktif melibatkan diri dalam kegiatan asosiasi urologi internasional dan sebagainya. Jadi, kita pantas untuk berguru pada mereka, agar bisa menimba ilmu untuk menyusun jurnal terindeks,” kata Prof. Soetojo.

Ia mengungkapkan, kedua profesor itu akan mengajar di FK Unair selama tiga bulan. Namun dengan teknis yang menyesuaikan, baik secara tatap muka atau online.

Prof. Shigeo Horie dari Jepang mengaku senang dipercaya untuk bisa berbagi ilmu di FK Unair. Apalagi, selama ini sudah terjaga hubungan baik di antara kedua lembaga, di mana dia mengajar dengan FK Unair.

“Kesempatan ini bagi kami sangat baik, karena selain dapat menularkan ilmu, kami juga dapat menjalin hubungan internasional,” ungkap Shiego.

Sementara itu, dosen FK Unair yang juga pernah belajar di Jepang, dr. Fikri Rizaldi, MD mengaku FK Unair memang perlu mencontoh luar negeri, terutama untuk pengembangan teknologi di bidang kedokteran.

Diakuinya selama dia belajar di Jepang, di Negeri Sakura itu sudah mulai menggunakan robotic surgery (operasi dengan robot) khusus untuk menangani kasus kanker prostat.

“Dengan operasi robot ini operasi yang memakan waktu 12 jam bisa dipangkas hanya satu jam. Personil lebih sedikit dan tingkat komplikasi juga bisa ditekan. Di sini masih menggunakan operasi terbuka untuk menangani kasus kanker prostat. Jadi, saat ini merupakan langkah tepat untuk belajar proses itu,” terangnya. [ito/air]

Tag : unair

Komentar

?>