Jum'at, 19 Januari 2018

30 Persen Rumah Sakit di Jatim Belum Terakreditasi

Jum'at, 05 Januari 2018 08:24:37 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
30 Persen Rumah Sakit di Jatim Belum Terakreditasi

Surabaya (beritajatim.com) - Dalam memberikan pelayanan kesehatan, dinilai perlu jika rumah sakit wajib  memiliki pengakuan resmi atau akreditasi terhadap mutu atau standar pelayanan kesehatan yang diberikannya. Namun, hingga saat ini rumah sakit di lingkup Provinsi Jawa Timur masih belum sepenuhnya terakreditasi.

Seperti halnya yang diungkapkan Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jawa Timur dr Dodo Anondo menyatakan masih kurang 30 persen atau 100-an rumah sakit di Jatim ini belum terakreditasi.

"Kurang lebih 60-70 persen RS telah terakreditasi. Artinya ada 30 persen atau sekitar 100 RS yang belum terakreditasi," kata Dodo usai acara pelantikan pengurus PERSI Jatim periode 2017-2020 di Hotel Haris, Jl Bangka Surabaya, Kamis (4/1/2018).

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Husada Utama Surabaya ini juga berjanji akan selalu mendorong ratusan rumah sakit yang belum terakreditasi itu sebelum 2019. Dia berharap agar rumah sakit tersebut segera mengajukan akreditasi agar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama keselamatan pasien dapat terlaksana dengan maskimal.

"Paling tidak sebelum 2019 sudah diurus, agar RS di Jatim lebih baik. Termasuk penanganan limbah bagus dan surat izin praktik dokter ada," kata Dodo.

Dia menyebut, ada beberapa kendala yang dialami RS di Jatim untuk memperoleh akreditasi. Di antaranya manajemen yang belum siap, RS yang masih baru atau pergantian manajemen.

"Saya turun langsung kalau Dinas Kesehatan mengadakan visitasi RS untuk izin operasional. Kita berusaha membantu RS yang belum siap. Kita dorong melalui seminar, workshop dan pembinaan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PERSI Pusat Dr Kuntjoro Adi Purjanto menambahkan, dengan dibentuknya pengurus baru itu dapat membantu RS di Jatim yang belum terakreditasi untuk memperolehnya akreditasi, maksimal sebelum 2019.

"Setiap RS wajib menangani semua pasien. Bahkan orang asing perlu ditangani. Untuk itu ada akreditasi. Kenapa demikian? Karena akreditasi itu memakai standar operating prosedur, peraturan yang ada dievaluasi akan selalu dievaluasi," harap Kuntjoro. [ito/suf]

Tag : rumah sakit

Komentar

?>