Senin, 16 Juli 2018

BPJS Kesehatan Kediri Genjot Kepesertaan JKN-KIS

Kamis, 04 Januari 2018 17:35:30 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
BPJS Kesehatan Kediri Genjot Kepesertaan JKN-KIS

Kediri (beritajatim.com) - Setelah empat tahun beroperasi, jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di wilayah kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Utama (KCU) Kediri telah mencapai 2.387.229 atau 53 persen dari jumlah penduduk. Artinya masih terdapat 47 persen lagi masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS.

Diharapkan kekurangan tersebut dapat terpenuhi paling lambat tanggal 1 Januari 2019 mendatang. Hal tersebut selaras dengan arah kebijakan dan strategi nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2019 yang menyebutkan bahwa sasaran kuantitatif Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah meningkatnya persentase penduduk yang menjadi peserta mencakup 95% pada tahun 2019 mendatang.

Kepala BPJS Kesehatan KCU Kediri Gatot Subroto mengungkapkan, salah satu strategi dan upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) adalah meminta dukungan dan peran Pemerintah Daerah untuk mendaftarkan seluruh penduduk di wilayah tersebut menjadi peserta JKN-KIS melalui Integrasi Jamkesda. Seluruh Pemerintah Daerah di wilayah Kerja BPJS Kesehatan KC Kediri telah mendaftarkan penduduknya melalui integrasi Jamkesda.

“Alhamdulillah saat ini semua Pemerintah Daerah di Wilayah KC Kediri sudah integrasikan Jamkesdanya. Yang terbaru adalah Kabupaten Nganjuk yang mendaftarkan 1.742 orang sebagai peserta per tanggal 1 Desember 2017. Kami sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah dalam menjamin kesejahteraan penduduknya melalui didaftarkannya penduduk yang dinilai tidak mampu. Selanjutnya nanti Pemerintah Daerah diharapkan terus menambahkan penduduknya yang belum terdaftar hingga tercapainya cakupan semesta”, Gatot, Kamis (4/1/2018).

Sebagaimana diketahu bahwa, wilayah kerja BPJS Kesehatan KCU Kediri sendiri mencakup lima daerah mulai dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kota Blitar dan Kabupaten Blitar.

Terdaftarnya lima kabupaten/ kota di wilayah kerja BPJS Kesehatan KC Kediri dalam integrasi Jamkesda, imbuh Gatot, turut menyumbang nilai pencapaian BPJS Kesehatan dan pemerintah secara nasional.

Di Jawa Timur sendiri terdapat 38 Kabupaten/Kota yang telah melakukan integrasi terhadap Program JKN-KIS yaitu Kabupaten/Kota dengan jumlah peserta 979.449 jiwa. Sedangkan Kabupaten/Kota yang sudah UHC adalah Kota Mojokerto dengan jumlah peserta  145.286 jiwa.

Pertumbuhan peserta juga diiringi dengan pertumbuhan fasilitasi kesehatan yang bekerjasama sebagai mitra BPJS Kesehatan. Kantor Cabang Utama Kediri telah bermitra dengan  300  Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang terdiri atas 93 Puskesmas, 117 Dokter Praktik Perorangan, 47 Dokter Praktik Gigi Perorangan, dan 43 Klinik Pratama.

Selain itu, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Kediri juga telah bekerja sama dengan 41 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 28 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya 1 Klinik Utama) serta 13 Optik. Fasilitas kesehatan tersebut menyebar hingga titik-titik terjauh di wilayah kerja BPJS Kesehatan KC Kediri seperti Puskesmas Margomulyo dan Puskesmas Ngluyu.

Gatot menyampaikan bahwa selain mempercepat pertumbuhan peserta, salah satu pilar dari fokus utama BPJS Kesehatan adalah optimalisasi penerimaan pendapatan melalui sistem penagihan yang terus dikembangkan. Kolektabilitas iuran BPJS Kesehatan KCU Kediri pada akhir tahun 2017 mencapai 86 persen dengan jenis peserta dengan kolektabilitas terendah adalah PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah / Mandiri) dengan angka kolektabilitas 64 persen.

Rate ini diharapkan dapat terus meningkat dengan berkembangnya kanal-kanal pembayaran seperti Kantor Pos, Bank Mitra, Alfamart, Indomart, serta PPOB dan Kader JKN. (nng/kun)

Tag : bpjs kediri

Berita Terkait

    Komentar

    ?>