Sabtu, 22 September 2018

Benjolan Misterius di Kaki Tasmuni, Dokter Sarankan Amputasi

Selasa, 26 Desember 2017 15:26:46 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Benjolan Misterius di Kaki Tasmuni, Dokter Sarankan Amputasi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi terus mengupayakan langkah terbaik untuk menangani Tasmuni (28). Selama ini, warga Desa Bareng, Kecamatan Kabat, tersebut mengalami penyakit misterius di kaki kirinya sehingga terjadi benjolan besar dari betis hingga punggung telapak kaki.

“Beliau sudah dalam pantauan Puskesmas Kabat. Dan sudah diperiksa PA (Patologi Anatomi) bulan September lalu, dan ditemukan bahwa hasilnya sebuah keganasan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono, Selasa (26/12/2017)

Dokter yang akrab disapa Rio tersebut mengatakan, pihak Dinas Kesehatan melalui Puskesmas sudah menyampaikan opsi terbaik kepada pasien tersebut. Meski Tasmuni belum mau menempuh jalan penanganan masalah yang diberikan tim dokter.

“Kita akan secara persuasif meyakinkan beliau bahwa ada jalan terbaik secara medis yang harus ditempuh. Sudah kami sampaikan opsi terbaik itu sejak pemeriksaan patologi anatomi. Ini memang proses meyakinkan beliau untuk menempuh jalan tersebut, yaitu diamputasi. Tapi memang semua berpulang ke beliau,” ujar dr Rio.

“Memang dari sisi psikologi harus dipersiapkan, maka tim kami terus secara persuasif meyakinkan beliau, karena secara medis ini jalan terbaik,” imbuh dr Rio.

Lebih lanjut, kata Rio, jika pasien tersebut akhirnya berkenan menempuh jalan yang disarankan tim dokter, Dinas Kesehatan akan terus melakukan pendampingan.

“Selanjutnya jika beliau berkenan melakukan tindakan operatif, kami akan terus mendampingi dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya, seperti pemberian kaki palsu. Juga akan kami tautkan dengan program dinas lain terkait pemberdayaan ekonomi agar bisa mandiri secara ekonomi,” pungkas dr Rio.

Seperti diketahui, warga Desa Bareng Kecamatan Kabat Banyuwangi, Tasmuni, menderita penyakit. Di kakinya muncul benjolan besar dari betis hingga punggung telapak kaki.  Hal ini yang membuat Tasmuni kesulitan untuk berjalan dan beraktivitas. [rin/but]

Komentar

?>