Minggu, 22 Juli 2018

Unej Sarankan Pembangunan Industri Olahan Pertanian

Jum'at, 15 Desember 2017 18:45:12 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Unej Sarankan Pembangunan Industri Olahan Pertanian
Jember (beritajatim.com) - Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian terhadap Masyarakat (LP2M) Universitas Jember Achmad Subagio menyarankan, agar ada pengembangan industri olahan pertanian di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Jember yang kurang di titik inovasi terkait pasca panen maupun input. Input ini artinya ketika kita mendorong petani memproduksi, mereka harus didorong lebih kreatif agar cost (biaya produksi) bisa turun," kata Subagio.

Sementara terkait inovasi pasca panen, Subagio menyarankan agar mata rantai dengan dunia industri diperbaiki. "Ini agar kita tidak hanya menjual dalam bentuk bahan baku. Saya yakin APBD lebih ditujukan pada produksi, bukan pasca panen. Mungkin harus mulai digerakkan program-program yang langsung menukik ke pasca panen," katanya.

Subagio mencontohkan komoditas cabai. "Pemerintah harus mulai mendorong petani agar bisa menyimpan dan mengolahnya, misalnya, menjadi cabai kering. Termasuk jeruk, begitu panen harganya langsung drop sangat murah sekali. Itu harus ada solusi, apakah dibikin jus atau bagaimana. Atau didorong agar petani mengatur jadwal produksinya," katanya.

Artinya APBD Jember sebaiknya diarahkan ke industri kecil menengah pengolahan? "Ya, betul, pasca panen. Jadi pasca panennya betul-betul berhubungan dengan sisi produksi kita, jangan bikin pasca panen yang tidak ada kaitannya dengan sumber daya kita. Menurut saya, pasca panen hortikultura harus dikerjakan. Apakah itu mengundang IKM kemudian mereka memproduksi saos lalu dikirim ke industri besar. Jadi bukan hanya mengirim gelondongan buah mentah," kata Subagio.

Jika mengacu produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Jember, Subagio mengatakan, anggaran Rp 12 miliar untuk sektor pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan dalam APBD masih kurang. "Angka Rp 12 miliar (untuk pertanian) terlalu kecil," katanya, menganalisis angka di Kebijakan Umum APBD Jember 2018. Ia mengusulkan agar sektor pertanian mendapat alokasi anggaran Rp 90 miliar, termasuk pembangunan infrastrukturnya.

DPRD Jember sendiri sudah memutuskan realokasi anggaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, dari Rp 12 miliar menjadi Rp 25 miliar. Hal ini termaktub dalam Kebijakan Umum APBD 2018. [wir/ted]
Tag : unej

Komentar

?>