Kamis, 26 April 2018

RSU Dr Soetomo Terima Satu Pasien Difteri asal Sidoarjo

Senin, 11 Desember 2017 21:24:10 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
RSU Dr Soetomo Terima Satu Pasien Difteri asal Sidoarjo

Surabaya (beritajatim.com) - RSUD dr Soetomo Surabaya menerima satu pasien baru terjangkit penyakit Difteri asal Tulangan, Sidoarjo. Adanya satu pasien baru itu, berarti rumah sakit milik pemerintah provinsi Jawa Timur telah menangani 4 orang pasien dengan penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas.

Ketua Divisi Infeksi Anak RSUD dr Soetomo, dr Dominicus Husada SpA(K) di Surabaya, Senin (11/12/2017) membenarkan bahwa pasien  yang dirawatnya bertambah satu orang, setelah ada satu pasien positif difteri berasal dari Tulangan, Sidoarjo yang dirujuk pada Minggu (10/12) malam.

"Ada satu lagi pasien usia 3 tahun dari Sidoarjo yang positif Difteri. Kondisinya awal masuk hampir sama dengan sebelumnya. Saat ini total ada 4 pasien yang dirawat di sini," kata Dominicus.

Dominicus mengatakan saat ini RSUD dr Soetomo telah merawat empat pasien yang semuanya masih berusia anak-anak. "Keempat pasien difteri itu anak-anak, dan kondisinya cukup baik," katanya.

Meski demikian, tambahnya. Pihaknya tidak serta merta melepas pasien difteri begitu saja, dan pihaknya selalu melakukan pemantauan dan perawatan intensif agar penyakit tersebut tidak menular ke pihak keluarga dan kerabat dekatnya.

"Kami akan melanjutkan pengobatan agar sebelum pasien telah dinyatakan negative itu tidak boleh punya potensi menular," tuturnya.

Dominicus mengungkapkan. Seseorang bisa bebas dari penyakit difteri apabila sudah diimunisasi sampai tiga kali. Namun, hal itu hanya cukup untuk 18 bulan lamanya. "Artinya, pada 18 bulan keatas itu harus melakukan pengulangan imunisasi. Kalau usia sudah menginjak 20 tahun minimal harus enam kali imunisasi," ungkapnya.

Dikatakan Dominicus bahwa kasus difteri di Jatim relatif tinggi. Hal ini disebabkan karena masyarakat tidak mau imunisasi. Hal itu, lanjutnya harus menjadi PR bersama.

Dominicus membenarkan ditetapkannya difteri di Jatim sebagai kejadian luar biasa (KLB) oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Itu tujuannya agar Jatim jangan sampai ada pasien lagi," tandasnya. (ito/kun)

Tag : difteri

Komentar

?>