Selasa, 16 Oktober 2018

Antisipasi Wabah Difteri, 10 Dokter Cilik SD Al-Muttaqin Beraksi

Senin, 11 Desember 2017 20:51:16 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Antisipasi Wabah Difteri, 10 Dokter Cilik SD Al-Muttaqin Beraksi

Surabaya (beritajatim.com) - Korban wabah penyakit difteri terus bertambah di sejumlah wilayah tanah air, termasuk di kota Surabaya. Untuk merespon dan menanggulanginya terjangkitnya penyakit  yang menyerang pernapasan atas itu Sekolah Dasar Islam (SDI) Al Muttaqin Surabaya melakukan cek kesehatan ratusan siswanya.

Namun pada aksi yang bertujuan untuk mengantisipasi Wabah Difteri menjelang musim libur sekolah itu, terbilang unil karena dokter yang memeriksa adalah 10 dokter kecil yang merupakan siswa dari kader Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sekolah setempat.

Rifqa Nurhanifah, salah seorang dokter cilik SD Al Muttaqien, disela-sela pemeriksaan Senin (11/12/2017) mengatakan, dirinya memeriksa kesehatan teman-temannya mulai dari pemeriksaan tenggorokan dan suhu tubuh menggunakan senter dan termometer.

"Pemeriksaan yang dilakukan mulai dari bakteri itu muncul termasuk kebersihan gigi. Selain itu saya juga menjelaskan penyakit difteri itu apa,” terang Rifqa.

Setelah diperiksa, tambahnya. Teman-teman juga diberi selebaran dan juga diberi stiker yang bertuliskan “Waspada Difteri, Perbanyak Minum Air Putih”. Kami juga mendata dan nantinya data itu diberikan kepada guru," ungkap Rifqa.

Emir, siswa kelas 5 mengungkapkan awalnya takut akan ada imunisasi atau penyuntikan. tapi dia merasa lega karena yanh digelar oleh sekolahnya cuma sebatas pemeriksaan gigi dan mulut.

"Saya kurang tahu difteri itu apa, tapi katanya dokter cilik tadi ciri-cirinya tenggorokan sakit. Dan saya disarankan agar rajin gosok gigi dan perbanyak minum air putih,"kata Emir.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDI Al Muttaqien Surabaya, Yoyok Arianto, S.Pd mengatakan bahwa aksi yang gelarnya itu meski kecil tapi penting. Mengingat penyebab utama wabah difteri adalah karena kondisi cuaca dan makanan.

"Aksi pemeriksaan kesehatan ala dokter cilik SD Al Muttaqien melibatkan 544 siswa. Dan rencananya data kondisi kesehatan siswa akan diserahkan ke Puskemas Kenjeran untuk deteksi dini, ada atau tidaknya gejala wabah DIFTERI di wilayah Kenjeran," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, guna menumbuhkan sikap peduli dan berempati pada musibah yang menimpah saudara sebangsa dan setanah air, sekolah juga mengadakan aksi penggalangan donasi untuk membantu korban bencana banjir dan longsor di kabupaten Pacitan Jawa Timur.

"Total bantuan yang terkumpul yakni: 15 karung besar pakaian layak, 15 dos makanan ringgan (mie dan biskuit) dan uang yang terkumpul sebesar 26 juta rupiah. Uang diserahkan dalam bentuk tunai 20 juta dan sisanya akan diserahkan dalam bentuk beras dan alat tulis," tandasnya. (ito/kun)

Tag : difteri

Komentar

?>